• Kamis, 4 Juni 2026

Drama Evakuasi Ribuan Turis Saat Gunung Berapi Etna Italia Meletus Dahsyat

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 3 Juni 2025 | 16:27 WIB
Gunung Etna di Italia meletus dahsyat, memicu kepanikan massal. Ribuan turis dievakuasi dalam drama mendebarkan di kaki gunung berapi itu.
Gunung Etna di Italia meletus dahsyat, memicu kepanikan massal. Ribuan turis dievakuasi dalam drama mendebarkan di kaki gunung berapi itu.

Sulawesitoday - Semburan lava dan awan abu pekat dari kawah Gunung Etna di Italia pada Senin (2/6) sontak mengubah senja yang tenang menjadi episode horor.

Ribuan turis—lokal maupun mancanegara—yang sedang menikmati keelokan lereng gunung, mendadak dilanda panik mengungsi saat sang raksasa kembali bergemuruh.

Sebuah drama evakuasi mendadak pun tergelar di kaki gunung berapi paling aktif di Eropa itu.

Visual singkat yang cepat menyebar di media sosial memperlihatkan lautan manusia bergerak kalut.

Barisan panjang kendaraan dan pejalan kaki tumpah ruah dari kawasan lereng, bergegas menjauh dari muntahan api dan pasir vulkanik yang membumbung tinggi.

Kondisi di puncak Etna, yang biasanya ramai dengan penjelajah dan pengagum alam, seketika berubah mencekam.

Giuseppe Panfallo, seorang pemandu wisata dari Go Etna, berbagi kisah nyaris celaka. Ia bersama 40 rombongan turisnya masih berada di area gunung saat ledakan pertama terjadi.

"Kami nyaris celaka, lihat awan ini," tuturnya dalam sebuah video yang dibagikan kepada jaringan berita internasional.

"Kami hanya berjarak dua langkah dan syukurlah kami memiliki pemandu yang bertanggung jawab bersama kami."

Panfallo menggambarkan betapa mendadak dan dahsyatnya peristiwa itu: "Terjadi tiba-tiba, asap yang sangat besar, gemuruh yang amat kuat."

Beruntung, koordinasi yang sigap dari Agen Perlindungan Masyarakat Sicilia bersama belasan operator tur yang beroperasi di Pulau Sicilia, tempat Etna berdiri gagah, membuahkan hasil. Seluruh turis dan pemandu berhasil dievakuasi dengan selamat.

Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia (INGV) mengonfirmasi tidak ada korban jiwa, sebuah kelegaan di tengah kepanikan massal.

Pusat Pengamatan INGV menyatakan, erupsi pertama memang terjadi pada Senin sore dan segera diikuti dengan aliran lava yang kini berangsur mendingin.

Meskipun muntahan abu panas menyebar di sekitar puncak, guncangan letusan dilaporkan masih di level rendah.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini