Sulawesitoday - Ketegangan Timur Tengah kian membara, bukan cuma di medan perang, tapi juga di ruang-ruang rumah sakit. Teranyar, fasilitas medis terbesar Israel, Rumah Sakit Soroka di Be’er Sheva, mendadak jadi medan pertempuran narasi.
Iran menuding ada sarang militer di bawah meja operasi, Israel buru-buru membantah, sembari menuding Iran main peta palsu yang disulap kecerdasan buatan.
Sebuah klaim serius yang berpotensi melanggar Konvensi Jenewa, kini terselip di balik desas-desus suara ledakan dan teriakan korban.
Tuduhan ini bukan isapan jempol belaka dari Teheran. Militer Iran, melalui corong media pemerintah IRNA, terang-terangan menunjuk RS Soroka sebagai ‘markas gelap’ Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Kata mereka, di bawah tanah rumah sakit itu bersarang gudang senjata, perumahan tentara, bahkan tempat rawat inap bagi prajurit IDF yang terluka. Sebuah taktik licik, begitu Iran menuding, sengaja menempatkan instalasi militer di bawah fasilitas sipil.
Tujuannya satu: agar terhindar dari gempuran. Klasik, mereka menyebutnya sebagai penggunaan warga sipil sebagai "perisai manusiah".
Klaim ‘perisai manusia’ ini sontak mencuat bersamaan dengan rentetan rudal Iran yang menghantam Be’er Sheva pada Rabu malam waktu setempat.
Malang tak dapat ditolak, salah satu rudal dilaporkan menghantam komplek RS Soroka. Efeknya, rumah sakit itu luluh-lantak, memicu evakuasi besar-besaran dan meninggalkan puluhan korban luka.
Laporan AP News dan Reuters kompak menyebut angka 40 hingga 70 orang terkapar, sebagian besar adalah pasien dan staf medis yang tak berdosa.
Namun, Israel pantang mundur. Pihak IDF segera melayangkan bantahan keras. Mereka menyebut klaim Iran sebagai fitnah keji dan manipulasi informasi tingkat tinggi.
Tak tanggung-tanggung, IDF balik menuding Iran memanfaatkan peta palsu yang disuntikkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk merajut narasi serangan terhadap fasilitas sipil.
“Israel tak pernah menempatkan fasilitas militer di bawah rumah sakit atau fasilitas sipil lainnya. Ini bagian dari propaganda Iran untuk membenarkan tindakan melanggar hukum internasional,” tegas juru bicara militer Israel, dikutip dari akun resminya.
Baca Juga: Anomali Perdamaian Global, SBY Sebut 5 Pemimpin Penentu Masa Depan
Hingga detik ini, kebenaran tuduhan Iran masih menggantung, bak benang kusut yang sulit diurai. Belum ada verifikasi independen dari lembaga internasional yang bisa menjadi wasit di tengah perang klaim ini.
Artikel Terkait
Validasi Data Kependudukan Jadi Kunci Sukses Program PAUD Dikmas Parigi Moutong
1357 Jiwa Terempas Banjir Bolano Parigi Moutong
Sulawesi Tengah Sikat Hoaks, Kejati dan Pemprov Kompak Jaga Ruang Digital
Parigi Moutong Terendam Banjir, Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
Anomali Perdamaian Global, SBY Sebut 5 Pemimpin Penentu Masa Depan