Sulawesitoday - Gelap malam di Timur Tengah mendadak benderang, bukan oleh cahaya bulan, melainkan oleh kilatan yang melesat bak naga dari negeri para Mullah.
Video berdurasi sekira 12 detik itu, yang memperlihatkan Rudal Hipersonik Iran Fattah mengoyak angkasa, sontak menjadi buah bibir di jagat maya sejak Rabu malam lalu. Warganet tak ayal menjulukinya "Naga Terbang dari Timur Tengah", sebuah epithet yang mencerminkan takjub sekaligus kerisauan.
Kilat Fattah dan Janji Tiga Iran
Rekaman yang merekam laju cepat serta manuver tajam rudal itu memang mengundang decak kagum. Fattah, bagian dari arsenal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), diklaim telah melesat menembus kubu pertahanan Israel.
Ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan babak baru dalam sandiwara konflik dua negara yang tak berujung, terselimuti nama operasi "True Promise III". Iran sesumbar, operasi ini sukses membelah sistem pertahanan udara lawan.
Rudal hipersonik ini, papar Teheran, punya dua tahap berbahan bakar padat, mampu melaju di kecepatan Mach 13 hingga Mach 15. Jangkauannya pun tak main-main, sekira 1.400 kilometer.
Fitur andalannya, hulu ledak berpemandu yang cerdik bermanuver, sengaja dirancang untuk mengecoh sistem pertahanan yang ada. Video viral itu memperlihatkan lintasan cahaya yang tak lurus, mirip ekor naga yang berkelok-kelok, menari di langit gelap.
Inilah yang memicu badai reaksi di media sosial, dari meme hingga ilustrasi yang mengabadikan julukan "Middle East Dragon".
Antara Takjub Netizen dan Kerisauan Pengamat Militer
Di tengah gempita netizen yang menyanjung "Naga Terbang dari Timur Tengah", para pengamat militer di kawasan justru memandang kemunculan rudal ini dengan kening berkerut.
Mereka mengendus adanya perkembangan serius dalam konstelasi konflik Iran-Israel. Kecepatan dan kelincahan rudal Fattah, mereka bilang, menjadikannya momok yang sulit dideteksi apalagi dicegat oleh sistem pertahanan konvensional, semisal Iron Dome atau Arrow milik Israel.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi independen yang sahih perihal dampak nyata serangan yang diklaim Iran. Namun, desas-desus menyebutkan Israel telah membalas, melancarkan serangan udara ke beberapa fasilitas militer Iran di Kermanshah dan Teheran.
Baca Juga: Yaqut di Pusaran Isu Korupsi Haji, KPK Usut Penambahan Kuota
Kementerian Pertahanan Israel sendiri masih bungkam seribu bahasa perihal efektivitas si "naga terbang" ini.
Artikel Terkait
Tunjangan Guru Langsung Meluncur ke Rekening Pribadi, Potong Sengkarut Birokrasi Daerah
Ciputra Pesta Cuan Pemegang Saham: Laba 2024 Melonjak, Marketing Sales Tembus Rp11 Triliun
Akta Cerai Gaib Hebohkan Sulteng, Kemenkum Pasang Badan Bela Hak Perempuan
Bnei Brak Kota Diyakini Dilindungi Tuhan Runtuh Kena Rudal Iran, Guncang Iman Warga
Yaqut di Pusaran Isu Korupsi Haji, KPK Usut Penambahan Kuota