Sulawesitoday - Sebuah cerita menggetarkan jagat militer, sekaligus memantik beragam teori konspirasi. Kapal induk raksasa Amerika Serikat, USS Harry S. Truman (CVN-75), mendadak lenyap dari pandangan publik.
Bukan karena karam, melainkan aksi sengaja mematikan sistem pelacaknya, Automatic Identification System (AIS), bagai menghilang ditelan bumi di lepas pantai Aceh.
Posisi terakhir yang sempat tertangkap radar publik menunjukan armada ini melenggang di Selat Malaka. Selepas itu, sunyi. Tiada lagi jejak digital.
Fenomenna ini sontak memicu desas-desus liar di lingkaran pengamat militr hingga warga global. Aroma ketegangan di Timur Tengah, khususnya menyangkut Iran, kian menusuk hidung.
Tak ayal, hilangnya sang kapal induk memantik teori konspirasi nan kental. Banyak yang meyakini, armada sang Paman Sam ini sedang melaju diam-diam menuju jantung konflik di Timur Tengah.
Dugaan ini bukan tanpa alas. Ketegangan AS dan Iran memang tengah memuncak, seiring tragedi serangan udara yang merenggut nyawa Jenderal Qasem Soleimani, komandan tinggi Iran, di Baghdad.
Spekulasi menguat: ini adalah persiapan tempur, catur geopolitik menuju perang terbuka.
Namun, Angkatan Laut AS punya penjelasan yang lebih ‘membumi’. Aksi menghilang ini bukan insiden, melainkan taktik yang memang diniatkan.
Doktrin baru bernama "dynamic force employment" menjadi kunci. Sebuah strategi untuk membuat pergerakan aset strategis, seperti kapal induk, sulit ditebak. Bak siluman, tak terlihat oleh mata-mata pesaing macam Rusia atau Tiongkok.
Wakil Laksamana Lisa Franchetti, Komandan Armada ke-6 AS, menyoroti pentingnya langkah ini.
"Dalam era persaingan kekuatan besar, Angkatan Laut harus mampu beroperasi lebih dinamis dan tak terduga," tegasnya.
Pejabat lain menambahkan, “Kami sengaja tidak mempublikasikan posisi kapal induk kami untuk menjaga keamanan opsional.”
Baca Juga: Julukan Naga Terbang Iran untuk Rudal Hipersonik Fattah Gemparkan Medsos, Ubah Peta Konflik
Sang Harry S. Truman sendiri tak berlayar sendirian. Ia memimpin sebuah grup tempur (Carrier Strike Group) yang perkasa. Ada kapal penjelajah rudal kelas Ticonderoga, USS Normandy (CG-60), beberapa kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke, serta sayap udara yang komplit dengan beragam pesawat tempur dan pendukungnya.
Artikel Terkait
Akta Cerai Gaib Hebohkan Sulteng, Kemenkum Pasang Badan Bela Hak Perempuan
Bnei Brak Kota Diyakini Dilindungi Tuhan Runtuh Kena Rudal Iran, Guncang Iman Warga
Yaqut di Pusaran Isu Korupsi Haji, KPK Usut Penambahan Kuota
Julukan Naga Terbang Iran untuk Rudal Hipersonik Fattah Gemparkan Medsos, Ubah Peta Konflik
Tali Duga Keterlibatan Budi Arie di Konser Judol Kominfo Makin Kencang, Pengamat Desak Penyidik