• Kamis, 4 Juni 2026

MUI Resmi Nyatakan Domino Halal, Tapi Tanpa Unsur Perjudian

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 12:12 WIB
MUI nyatakan domino halal jika tanpa unsur perjudian. Ini membuka jalan bagi domino menjadi olahraga resmi, meramaikan Menpora Cup 2025 di Luwu.
MUI nyatakan domino halal jika tanpa unsur perjudian. Ini membuka jalan bagi domino menjadi olahraga resmi, meramaikan Menpora Cup 2025 di Luwu.

Sulawesitoday - Apakah permainan domino kini sepenuhnya bebas dari stigma perjudian? Ya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi menyatakan bahwa permainan kartu bertitik ini dapat dinyatakan halal, selama tegas menjauhi unsur perjudian yang kerap melekat padanya.

Keputusan ini, bak angin segar, kini menjadi landasan penting bagi domino untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar hiburan pinggir jalan, melainkan sebagai olahraga resmi di pentas Indonesia.

Pernyataan "halal" dari MUI ini mencuat di tengah gairah persiapan Open Tournament Domino Menpora Cup 2025. Gelaran akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Juli 2025 di Tribun Lapangan Andi Jemma, Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ini akan menjadi saksi bisu.

Ini adalah ajang nasional pertama yang tak hanya menggabungkan permainan domino dengan pendekatan profesional, namun juga bertekad membersihkannya dari stigma negatif yang terlanjur melekat di mata publik. Sebuah langkah revolusioner, mencetak sejarah baru bagi permainan rakyat ini.

Ketua Umum PB Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI), Andi Jamaro Dulung, menyambut baik fatwa MUI tersebut. Raut wajahnya memancarkan harapan besar.

Menurutnya, ini adalah pintu gerbang yang telah lama dinanti, membuka jalan bagi domino untuk diakui secara sah sebagai cabang olahraga prestasi.

“Dengan fatwa halal ini, domino tidak lagi dianggap sebagai permainan terlarang. Ini adalah bagian dari warisan budaya kita yang memiliki nilai kompetitif dan edukatif tinggi,” ujarnya, penuh keyakinan.

Dukungan pun mengalir dari kementerian terkait. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Menpora Dito Ariotedjo, menyampaikan kesiapan penuh kementeriannya untuk mengakui domino sebagai cabang olahraga resmi.

Tentu, ini akan terlaksana bila semua syarat administratif dan legal telah terpenuhi. Sebuah sinyal positif bagi masa depan domino di Tanah Air.

Turnamen yang digadang-gadang ini akan diikuti lebih dari 3.000 peserta dari seluruh penjuru Indonesia.

Antusiasme terlihat dari babak kualifikasi yang telah digelar secara daring pada 20–28 Juni lalu. Mereka yang lolos akan melanjutkan perjuangan pada laga final secara langsung di Belopa, Luwu.

Ada satu hal unik yang patut dicatat: turnamen ini diklaim sebagai yang pertama kalinya bebas asap rokok, menekankan aspek kesehatan publik dalam sebuah kegiatan olah raga.

Baca Juga: Proyek Kereta Gantung Rinjani Resmi Batal, Ada Apa dengan Investor China?

Selain mengincar total hadiah ratusan juta rupiah yang menggiurkan, kegiatan ini juga memiliki misi mulia.

Halaman:

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini