• Kamis, 4 Juni 2026

Drama Ijazah Jokowi Bikin Luhut Geram, Sakit Jiwa Semua

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 28 Juli 2025 | 18:30 WIB
Luhut geram dengan drama ijazah Jokowi. Sakit jiwa semua! - Kritik pedas untuk yang masih perdebatkan isu tidak substansial
Luhut geram dengan drama ijazah Jokowi. Sakit jiwa semua! - Kritik pedas untuk yang masih perdebatkan isu tidak substansial

Sulawesitoday - Mengapa seorang Luhut Binsar Pandjaitan sampai harus turun tangan memarahi publik soal ijazah?** Jawabannya sederhana: karena drama berkepanjangan ini sudah melampaui batas kewajaran dan mengalihkan fokus dari urusan yang benar-benar penting.

Seperti sebutir debu yang terus mengganggu mata, isu keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan tampil dengan kemarahan yang tak tertahankan.

"Jangan sakit jiwa semua, apa yang dibicarakan nggak perlu-perlu. Bicara yang penting mengenai keadaan dunia ini," ujar Luhut dengan nada yang tak bisa disembunyikan lagi kesalnya.

Pernyataan keras itu meluncur saat menghadiri International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6/2025). Suasana forum yang semula formal mendadak berubah tegang ketika wartawan melontarkan pertanyaan seputar kontroversi yang tak kunjung usai itu.

Sebelumnya, di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (28/7/2025), Luhut sudah memberikan sinyal ketidaksabarannya. Dengan gerak tubuh yang menunjukkan frustrasi, dia menegaskan bahwa soal ijazah bukanlah ukuran kontribusi seseorang.

"Apa sih ijazah itu? Saya pun enggak tahu ijazah saya di mana saya taruh, dan saya pikir itu tidak relevan," katanya sembari menggeleng kepala.

Bagi Luhut, yang terpenting adalah bukti nyata yang bisa dirasakan rakyat. "Yang paling relevan itu apa yang kau berikan, kontribusikan pada negara ini," tegasnya dengan suara yang meninggi.

Benang sengkarut perdebatan ini memang sudah terlalu panjang. Ibarat film drama yang tak kunjung tamat, isu ijazah Jokowi terus berulang meski sudah ada klarifikasi resmi dari berbagai pihak berwenang. Bareskrim Polri telah menyelidiki, Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah mengklarifikasi, namun sebagian pihak masih saja mempertanyakan.

"Negeri ini tidak butuh drama, tapi butuh ide dan kontribusi nyata," ujar Luhut dengan penuh penekanan.

Mantan jenderal ini kemudian mengingatkan pencapaian konkret selama dua periode kepemimpinan Jokowi. Infrastruktur yang mengubah wajah Indonesia, reformasi birokrasi yang memangkas red tape, hingga program sosial yang menyentuh akar rumput. Semua itu, menurutnya, jauh lebih bermakna ketimbang selembar kertas ijazah.

Di tengah diskusi yang semakin memanas, Luhut melontarkan sindiran yang cukup pedas. "Kalau enggak ada kontribusinya ke negara, percuma juga punya ijazah segunung."

Kalimat itu bagaikan tamparan halus bagi mereka yang masih terjebak dalam pusaran kontroversi tanpa substansi. Sementara dunia sedang bergulat dengan krisis global, sebagian anak bangsa justru masih asyik berdebat soal hal yang sudah jelas statusnya.

Luhut menutup pernyataannya dengan nada yang lebih tenang namun tetap tegas. Menurutnya, publik seharusnya mengalihkan energi untuk mendukung agenda pembangunan dan ketahanan nasional. Bukan malah terjebak dalam lingkaran drama yang tak berujung.

"Byar-petnya luar biasa kalau kita terus begini," pungkasnya dengan ekspresi yang menunjukkan keprihatinan mendalam.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini