• Kamis, 4 Juni 2026

Dari Office Boy dan Tukang Ojek, Kini Kantongi Rp 120 Miliar Per Tahun

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 30 September 2025 | 19:09 WIB
Kisah inspiratif Angga dan Wawan, eks OB dan ojek online yang kini raup Rp 270 miliar dari bisnis properti subsidi tanpa korupsi.
Kisah inspiratif Angga dan Wawan, eks OB dan ojek online yang kini raup Rp 270 miliar dari bisnis properti subsidi tanpa korupsi.

Sulawesitoday – Senin sore, 29 September 2025. Seorang jenderal bintang empat mundur dari mimbar. Tangannya terangkat. Posisi hormat militer. Sasarannya? Dua pengusaha properti yang duduk di deretan hadirin.

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan militer kepada Angga Budi Kusuma dan Muhammad Ridwan. Bukan karena pangkat. Bukan karena koneksi politik. Melainkan prestasi murni. Keduanya adalah bukti hidup bahwa anak bangsa bisa meraih kesuksesan tanpa jalan pintas.

Momen langka itu terjadi di acara Akad Massal 26.000 Rumah Subsidi, Pesona Kahuripan, Cileungsi. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memperkenalkan kedua sosok ini. "Angga ini 7-8 tahun lalu masih office boy, Pak," ujar Ara kepada Prabowo. Ruangan seketika hening.

  • Siapa Angga Budi Kusuma yang Dulunya Cuma OB?

Angga bukan nama asing di industri properti subsidi. Pria yang kini menjabat Direktur Utama Pesona Kahuripan ini memulai karier dari nol. Tujuh tahun silang, ia masih mengepel lantai kantor. Mengantar dokumen. Menyeduh kopi untuk atasan.

Kini? Angga memimpin perusahaan pengembang dengan fokus rumah subsidi. Tahun 2025, ia menargetkan 3.000 unit. "Tahun depan proyeksi 6.000 unit," katanya mantap saat ditanya Ara. Angka yang membuat hadirin terkesima.

Proyeksi keuntungan 2026? Rp 120 miliar. Bukan angka fiktif. Bukan omong kosong. Ini hasil perhitungan bisnis yang terukur. Angga membuktikan bahwa kerja keras dan doa bisa mengubah nasib.

  • Muhammad Ridwan, Eks Tukang Ojek yang Kini Punya Perusahaan Properti?

Sementara itu, Muhammad Ridwan punya cerita serupa. Pria yang akrab disapa Wawan ini dulunya mengais rezeki sebagai tukang ojek. Mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain. Penghasilan pas-pasan. Masa depan tak pasti.

Namun Wawan tak patah arang. Ia mendirikan PT Kawah Anugerah Properti di Serang, Banten. Proyeknya bernama Pondok Taktakan Indah. Fokus? Rumah subsidi untuk rakyat kecil. Target pembangunan 2026 mencapai 6.000 unit.

"Proyeksi keuntungan berapa?" tanya Ara di hadapan Prabowo. "Insyaallah Rp 150 miliar," jawab Wawan dengan yakin. Angka fantastis untuk mantan pengemudi ojek. Bukti bahwa profesi awal tak menentukan kesuksesan akhir.

  • Kenapa Prabowo Sampai Memberi Hormat Militer?

Momen ini bukan sekadar seremonial. Prabowo yang dikenal tegas dan jarang menunjukkan emosi, kali ini tampak terharu. "Saya bangga dan terharu hari ini," ucapnya. Suara Prabowo bergetar. Matanya berkaca-kaca.

Ia kemudian mundur dari mimbar. Posisi tegap. Tangan kanan terangkat sempurna. Sikap hormat militer diberikan kepada Angga dan Wawan. "Saya jenderal, saya hormat sama kau," tegas Prabowo. Kalimat sederhana namun berbobot.

Angga dan Wawan spontan berdiri. Mereka membalas hormat Prabowo. Ruangan dipenuhi tepuk tangan. Beberapa hadirin terlihat menyeka air mata. Momen langka yang jarang terjadi dalam sejarah kepresidenan Indonesia.

  • Apa Rahasia Kesuksesan Mereka?

Prabowo menegaskan satu hal penting. "Nggak pake nyolong, nggak pake korupsi," katanya lantang. Angga dan Wawan sukses tanpa koneksi orang dalam. Tanpa suap. Tanpa mengambil jalan haram.

"Ini putra Indonesia yang harus kita banggakan," lanjut Prabowo. Ia menekankan bahwa kesuksesan sejati datang dari kerja keras. Bukan dari privilege. Bukan dari nepotisme. Apalagi korupsi.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini