Kedua pengusaha ini membuktikan teori sederhana. Doa plus kerja keras mengalahkan segala koneksi. Kejujuran lebih berharga dari jalan pintas. Kesabaran menghasilkan buah manis.
-
Bagaimana Bisnis Properti Subsidi Mereka Berjalan?
Angga fokus di kawasan Bogor. Pesona Kahuripan menjadi markas operasionalnya. Target 2025 sebanyak 3.000 unit. Tahun 2026 ditargetkan naik 100% menjadi 6.000 unit. Perhitungan matang. Eksekusi terukur.
Wawan menggarap pasar Banten. Pondok Taktakan Indah di Serang menjadi andalannya. Proyeksi pembangunan 2026 juga 6.000 unit. Total keduanya bisa menyumbang 12.000 unit rumah subsidi. Angka signifikan untuk mengatasi backlog perumahan nasional.
Keuntungan gabungan keduanya? Rp 270 miliar per tahun. Angka yang membuat banyak konglomerat iri. Padahal modal awal mereka hanya tekad dan kerja keras.
-
Apa Pesan Moral dari Kisah Inspiratif Ini?
Kisah Angga dan Wawan bukan dongeng. Ini realita yang bisa ditiru. Mereka memulai dari titik terendah. Office boy dan tukang ojek. Profesi yang sering dipandang sebelah mata.
Namun mereka tak menyerah pada stigma. Tak tenggelam dalam keluhan. Sebaliknya, mereka bergerak. Belajar. Beradaptasi. Mengambil risiko. Hasilnya? Kesuksesan yang membuat presiden memberi hormat.
Indonesia butuh lebih banyak Angga dan Wawan. Bukan pengusaha yang mengandalkaan koneksi. Bukan pebisnis yang mengandalkan fasilitas negara. Melainkan enterpreneur sejati yang berkarya dengan keringat sendiri.
Artikel Terkait
Ipar Jokowi Billy Haryanto Dipanggil KPK Sebagai Saksi Korupsi Kereta Api, Jejak Suap Rp27,9 Miliar Terbongkar
Putusan Bulat MK Hapus Kewajiban Tapera, Program Tabungan Perumahan Kini Bersifat Sukarela
Selang 15 Cm Tertinggal dalam Tubuh, Pasien RSUD Batang Malah Divonis HIV Selama 7 Bulan
Mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Saat Salat Ashar, 100 Santri Jadi Korban 1 Meninggal Dunia
Kegagalan Konstruksi Ponpes Al Khoziny, 102 Korban Dievakuasi - Tim SAR Gabungan Masih Cari 38 Orang Hilang