• Kamis, 4 Juni 2026

Dua Pelajar SMA Tewas Tenggelam Usai Lompat dari Jembatan Demi Konten

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 20:26 WIB
Dua pelajar SMA tewas tenggelam di Sungai Ketiwon, Tegal, saat membuat konten lompat dari jembatan. Aksi viral berujung tragedi.
Dua pelajar SMA tewas tenggelam di Sungai Ketiwon, Tegal, saat membuat konten lompat dari jembatan. Aksi viral berujung tragedi.

Sulawesitoday - Pencarian berakhir tragis. Dua remaja ditemukan tewas. Mereka tenggelam di Sungai Ketiwon, Tegal. Semuanya berawal dari konten. 

Tim SAR gabungan menemukan jenazah NQ (16) pada Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 13.45 WIB. Remaja asal Kelurahan Panggung itu ditemukan tak bernyawa. Rekannya, SWR (16), sudah ditemukan lebih dulu. Tepatnya pukul 05.00 WIB pagi itu juga.

Keduanya pelajar kelas XI SMA. Mereka nekat terjun bebas dari jembatan. Lokasinya di Sungai Gung, perbatasan Kabupaten dan Kota Tegal. Kejadian berlangsung Kamis (16/10/2025) sore, sekitar pukul 17.00 WIB.

"Keduanya ditemukan tewas," tegas AKP Sakmadi. Dia Pelaksana Kepala Seksi Humas Polres Tegal Kota. Pernyataan disampaikan Jumat kemarin.

Pelaksana Humas mengungkapkan fakta mengejutkan. Aksi berbahaya itu ternyata direncanakan. Bahkan sempat dibagikan lewat grup WhatsApp mereka. Informasi didapat dari pemeriksaan teman-teman korban.

  • Mengapa Mereka Nekat Melompat?

Jawabanya sederhana namun menyedihkan. Dua remaja itu ingin viral. Mereka membuat konten video untuk media sosial. Platform yang menjanjikan popularitas instant.

Jembatan Langon menjadi lokasi pilihan. Titik perbatasan yang cukup tinggi. Air sungai mengalir deras di bawahnya. Kombinasi sempurna untuk konten "ekstrem".

Dugaan polisi mengarah ke sana. Aksi nekat dilakukan demi likes. Demi engagement dari penonton maya. Nyawa menjadi taruhan dalam permainan berbahaya ini.

Ironisnya, perencanaan matang justru berujung petaka. Grup WhatsApp yang semula berbagi rencana, kini menjadi saksi bisu tragedi. Para remaja lain dalam grup hanya bisa menyesali.

  • Apa yang Terekam dalam Video?

Video berdurasi 44 detik beredar luas. Rekaman mencekam itu viral di berbagai grup. Isinya memperlihatkan detik-detik menjelang tragedi.

Dua remaja tampak bersiap di puncak jembatan. Mereka saling memberi aba-aba. Lalu melompat hampir bersamaan. Cipratan air besar terlihat jelas.

Masalah mulai terlihat setelah muncul ke permukaan. Salah satu korban kesulitan berenang. Arus sungai lebih kuat dari perkiraan. Temannya berusaha menolong sambil berjuang sendiri.

Teriakan minta tolong terdengar jelas dalam rekaman. "Tolong! Tolong!" suara mereka nyaris putus asa. Teman di tepi sungai panik. Smartphone tetap merekam sementara tragedi berlangsung.

Fakta paling menyedihkan justru datang kemudian. Teman yang merekam ternyata tidak bisa berenang. Dia hanya mampu berteriak sambil merekam. Bantuan tak kunjung datang tepat waktu.

Video itu kini menjadi bukti. Rekaman yang semula diniatkan untuk hiburan berubah menjadi dokumentasi kematian. Ironi dari obsesi terhadap viralitas.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini