Sulawesitoday - Dukungan masyarakat lokal mengalir deras. Warga Kampung Soanggama justru membantu. Mereka memberikan informasi penting. Lokasi senjata OPM terbongkar satu persatu. Ini bukan sekadar kemenangan militer semata.
Letnan Kolonel Infantri Iwan D Prihartono angkat bicara. Dia Komandan Satgas Media Koops Habema. "Warga sangat kooperatif," ujarnya dalam keterangan Kamis kemarin. Bantuan mereka tak main-main. Informasi mengalir tanpa diminta.
Setelah Komando Operasi Habema Kogabwilhan III berhasil merebut kampung dari cengkeraman kelompok separatis pada Rabu (15/10), situasi berubah total. Yang tadinya menyandera warga, kini kehilangan tempat berpijak. Markas mereka luluh lantak.
Puluhan barang bukti disita. Satu pucuk senjata rakitan. Empat senapan angin. Munisi beragam kaliber. Satu alat bidik merek Simons. Teropong Newcon juga diamankan. Benda-benda itu kini menjadi barang bukti kuat di tangan aparat.
"Dokumen organisasi mereka kami amankan," lanjut Iwan. Atribut bintang kejora ikut disita. Peralatan komunikasi tidak luput. Berbagai perlengkapan lapangan turut diamankan. Semuanya milik kelompok separatis itu.
Bagaimana Kronologi Operasi Berlangsung?
Kisah ini bermula Selasa malam. Tanggal 14 Oktober lalu. Pasukan Komando Operasi Habema bergerak diam-diam. Target mereka jelas: Kampung Soanggama. Tempat yang sudah lama dikuasai OPM.
Fajar baru menyingsing pukul 05.30 WIT. Satgas tiba di wilayah kampung. Namun penyambutan mereka tak ramah. OPM langsung menyerang balik. Dentuman senjata memecah keheningan pagi. Kontak senjata tak terelakkan lagi.
Pertempuran berlangsung keras selama berjam-jam. Peluru bersahut-sahutan. Suara tembakan menggema di lembah. Pukul 12.00 WIT situasi akhirnya terkendali. Kelompok OPM berhasil dipukul mundur. Mereka meninggalkan kampung dalam keadaan kalah.
Dari 30 anggota yang menguasai kampung, 14 orang tewas di tempat. Sisanya melarikan diri entah kemana. Mereka kabur usai tekanan pasukan semakin kuat. Jejak mereka masih diburu hingga saat ini.
Apa Yang Terjadi Pasca Operasi?
Begitu kontak senjata reda, satgas bergerak cepat. Mereka menyisir setiap sudut kampung. Prioritas utama: keselamatan warga sipil. Tim medis siaga penuh. Untungnya, tidak ada korban jiwa sipil.
Warga malah menunjukkan respons mengejutkan. Mereka menyambut baik kehadiran TNI. Bahkan beberapa kepala keluarga menyerahkan lahan mereka secara sukarela. Tanah itu akan dijadikan pos taktis. Bentuk dukungan nyata masyarakat lokal.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan warga," kata Iwan dengan nada lega. Pihaknya berkomitmen penuh. Pengamanan akan terus ditingkatkan. Kampung Soanggama tidak boleh jatuh lagi ke tangan kelompok separatis.
Artikel Terkait
Rakhmat Renaldy Rancang PERMATA, Perisai Digital Tutup Kebocoran Milyaran Rupiah dari Fidusia
Ledakan Dahsyat Tabung Gas Porak-Porandakan 6 Rumah di Cengkareng, Nenek 73 Tahun Kritis
Danantara Jadi Magnet Investasi, Target 8 Persen Masih Realistis?
Residivis Narkoba Ammar Zoni Dipindah ke Pulau Nusakambangan, Libatkan 5 Tersangka Lain dalam Jaringan
Istana Beri Lampu Hijau Pemecatan Kluivert, Desak PSSI Ngebut Cari Pengganti