• Selasa, 21 Juli 2026

Ledakan Dahsyat Tabung Gas Porak-Porandakan 6 Rumah di Cengkareng, Nenek 73 Tahun Kritis

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 20:35 WIB
Ledakan tabung gas di Cengkareng hancurkan 6 rumah. Nenek 73 tahun luka bakar 70%. Regulator longgar jadi biang kerok tragedi.
Ledakan tabung gas di Cengkareng hancurkan 6 rumah. Nenek 73 tahun luka bakar 70%. Regulator longgar jadi biang kerok tragedi.

Sulawesitoday - Dentuman keras memecah keheningan Jalan Taman Palem Lestari. Enam rumah porak-poranda. Satu mobil remuk. Ledakan tabung gas 12 kilogram menghancurkan kompleks perumahan di Blok A, RT/RW 013/016, Cengkareng Barat pada Rabu dinihari, pukul 05.55 WIB.

ES, seorang nenek berusia 73 tahun, kini berjuang melawan maut. Tubuhnya terbakar 70 persen. Ledakan itu berawal dari dapur rumahnya sendiri—sebuah tragedi yang sebenarnya bisa dicegah.

Kompol Fernando Saharta Saragi, Kapolsek Cengkareng, menjelaskan kejadian itu murni ledakan. Tanpa kebakaran susulan. "Enam rumah itu termasuk rumah korban ES. Kemudian rumah kiri, kanan, belakang korban," ujar Fernando saat ditemui di lokasi kejadian.

Kerusakan terparah menimpa rumah ES. Tembok jebol. Atap ambrol. Pagar besi meledak keluar. Dampaknya merembet ke tetangga. Rumah-rumah sekitar tak luput dari hantaman. Bahkan mobil di rumah belakang ikut rusak—kacanya berserakan.

  • Apa Penyebab Ledakan Tabung Gas Ini?

Biang keladinya ternyata sepele. Regulator longgar. Fernando mengungkap fakta mengejutkan dari hasil olah TKP. "Tabung gasnya baru diganti sepekan lalu. Regulatornya sempat longgar," kata Fernando dengan nada serius.

Yang bikin miris? ES mencoba menyiasati masalah itu. Regulator yang longgar diikat pakai tali. Solusi darurat yang justru jadi bom waktu. "Pemasangannya tidak rapi. Saat mau menyalakan kompor, terjadi ledakan," tambah Fernando.

Gas bocor perlahan. Memenuhi ruangan tanpa disadari. Malam berlalu. Pagi menjelang. Akumulasi gas mencapai titik kritis. ES menyalakan kompor. Api bertemu gas. Boom!

"Kejadiannya pagi. Kemungkinan bocornya sudah dari sebelum terakhir dia masak," Fernando menjelaskan berdasarkan rekonstruksi kejadian. Polisi belum tahu kapan terakhir ES menggunakan kompor itu.

  • Seberapa Parah Kondisi Korban Terluka?

ES terluka sangat parah. Tujuh puluh persen tubuhnya terbakar. Luka grade tiga. Kondisi kritis. WF, tetangga berusia 47 tahun, juga terluka dalam insiden itu.

Kedua korban langsung dievakuasi. Mula-mula dibawa ke RS Ciputra Kalideres. Namun karena kondisi ES terlampau kritis, tim medis segera merujuk ke RS Pertamina Jaya. Fasilitas lebih lengkap. Perawatan intensif burn unit.

"Untuk korban ES, karena luka parah, dirujuk lanjut ke RS Pertamina," Fernando mengonfirmasi kondisi korban.

  • Mengapa Tidak Ada Kebakaran Susulan?

Pertanyaan ini muncul di benak banyak warga. Ledakan sebesar itu mestinya memicu api. Tapi faktanya tidak. Fernando memberikan penjelasan teknis berdasarkan hasil penyelidikan awal.

"Tidak ada kompor, regulator, tabung gas atau bagian-bagian dapur yang terbakar," kata Fernando menegaskan. Ini murni ledakan akibat ekspansi gas yang tiba-tiba. Bukan proses pembakaran berkelanjutan.

Penyalaan api oleh korban sendiri jadi pemicu. Gas sudah memenuhi ruangan. Percikan api dari korek menciptakan ledakan instant. Tekanan eksplosif meledakkan dinding. Tapi tidak ada bahan bakar lanjutan untuk kebakaran.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini