• Senin, 20 Juli 2026

Danantara Jadi Magnet Investasi, Target 8 Persen Masih Realistis?

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:35 WIB
Realisasi investasi semester I 2025 capai Rp942,9 triliun. Danantara jadi kunci tarik investor untuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Realisasi investasi semester I 2025 capai Rp942,9 triliun. Danantara jadi kunci tarik investor untuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Sulawesitoday - Realisasi investasi semester pertama tahun ini mencatatkan angka menggembirakan. Rp942,9 triliun masuk ke Indonesia. Naik 13,6 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Angka itu sejalan dengan proyeksi akhir tahun. Namun pertanyaan besarnya tetap menggantung. Bisakah momentum ini mendorong pertumbuhan ekonomi ke angka 8 persen?

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memancarkan optimisme. Ia yakin target ambisius itu bukan sekadar mimpi. Kuncinya ada pada satu kata: investasi.

"Kontribusi dari investasi itu Insya Allah bisa kami capai dalam rangka pertumbuhan 8 persen," ujar Rosan di JS Luwansa Hotel, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Oktober 2025.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Investasi memang menjadi tiang penyangga pertumbuhan ekonomi kedua setelah konsumsi domestik. Tanpa suntikan modal yang masif, pertumbuhan 8 persen hanya akan jadi retorika.

  • Berapa Besar Investasi yang Dibutuhkan?

Kementerian PPN/Bappenas sudah menghitung kebutuhannya. Indonesia memerlukan investasi Rp13.032 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Angka itu fantastis. Hampir seperempat belas ribu triliun rupiah. Dalam konteks APBN 2025 yang sekitar Rp3.600 triliun, kebutuhan investasi itu hampir empat kali lipat.

Namun pemerintah tidak menargetkan pencapaian dalam satu tahun. Ini adalah target jangka menengah yang membutuhkan strategi bertahap.

Rosan mencatat bahwa distribusi investasi semester I 2025 cukup merata. Wilayah luar Jawa bahkan menyumbang lebih besar, yakni 55 persen. Jawa kontribusinya 45 persen.

"Itu emang target yang dicanangkan oleh Bappenas ke kami," kata Rosan menjelaskan proporsi geografis investasi tersebut.

Pemerataan investasi ini penting. Ia menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di pulau terpadat. Daerah-daerah di luar Jawa mulai mendapat perhatian serius dari investor.

  • Apa Peran Danantara dalam Menarik Investor?

Danantara, holding BUMN yang baru dibentuk pemerintahan Prabowo-Gibran, ternyata punya daya tarik tersendiri bagi investor. Kehadirannya memberikan sinyal kuat kepada pasar.

Rosan, yang juga memimpin Danantara, mengaku sering mendapat respons positif saat bertemu investor. Baik domestik maupun asing.

"Investor baik dalam maupun luar negeri saat kami berkunjung, itu memberi keyakinan dan confidence kepada investor di luar negeri untuk investasi di Indonesia," papar Rosan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini