• Kamis, 4 Juni 2026

Prabowo: Saya Tanggung Jawab Utang Whoosh, Indonesia Bukan Negara Sembarangan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 4 November 2025 | 16:47 WIB
Prabowo ambil tanggung jawab penuh utang Whoosh Rp118 triliun. Presiden yakin Indonesia mampu bayar, APBN jadi solusi
Prabowo ambil tanggung jawab penuh utang Whoosh Rp118 triliun. Presiden yakin Indonesia mampu bayar, APBN jadi solusi

Sulawesitoday - Presiden Prabowo Subianto memutus polemik. Ia ambil tanggung jawab penuh. Soal pembiayaan Whoosh yang menyeret utang Rp118 triliun, kepala negara tegas bicara. "Saya sekarang tanggung jawab untuk itu," ujarnya lantang.

Pernyataan itu meluncur Selasa (4/11) di Stasiun Tanah Abang. Prabowo baru saja menjajal KRL. Jakarta Pusat menyaksikan presiden menenangkan keresahan publik. PT KAI diminta tak khawatir. Rakyat pun begitu.

"PT KAI enggak usah khawatir. Semuanya enggak usah khawatir," kata Prabowo. Nadanya bersahabat. Santai tapi serius. "Kita layani rakyat. Kita berjuang untuk rakyat kita."

Sudah Pelajari Masalahnya, Apakah Indonesia Mampu Bayar?

Presiden mengklaim sudah mengkaji dalam-dalam. Masalah utang dipelajari tuntas. Operasional kereta cepat Jakarta-Bandung diperhitungkan matang. Kesimpulannya mengejutkan sederhana: Indonesia sanggup.

"Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah," ucap Prabowo percaya diri. "Indonesia bukan negara sembarangan. Kita hitung, enggak ada masalah itu."

Angka Rp118 triliun memang fantastis. Proyek megah ini dimulai 2016. Diresmikan 2023 silam. Tujuh tahun perjalanan penuh liku. Kini utangnya bergulir. Polemiknya tak kunjung reda.

Teknologi China diimpor. Kereta berkecepatan 350 kilometer per jam meluncur. Tapi pembiayaannya jadi momok. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kesulitan napas. Beban operasional mencekik.

Di sinilah negara turun tangan. Prabowo tegas soal ini. "Teknologi, semua sarana, itu tanggung jawab bersama. Di ujungnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia."

Transportasi Publik Bukan Bisnis Untung-Rugi, Lalu Apa?

Prabowo membawa filosofi berbeda. Pemerintah tak boleh menghitung untung-rugi. Bukan cara pandang bisnis murni. Transportasi umum adalah kewajiban. Public Service Obligation (PSO) namanya.

"Ini kehadiran negara," tegas presiden. Ia beri contoh konkret. Subsidi kereta api mencapai 60 persen. Masyarakat bisa naik terjangkau. Negara menanggung sisanya.

Dari mana uangnya? "Uang itu dari uang rakyat. Uang itu dari pajak. Uang itu dari kekayaan negara," jelas Prabowo. Logikanya sederhana. Uang rakyat kembali ke rakyat. Lewat pelayanan transportasi.

Namun ada syarat ketat. "Makanya kita harus mencegah semua kebocoran," kata dia. Korupsi jadi musuh utama. Penyelewengan harus dihentikan. 

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini