• Selasa, 21 Juli 2026

Sepiring Nasi Padang Jadi Kemewahan Bagi Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Setelah 2 Minggu Bertahan dengan Mie Instan

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 14 Desember 2025 | 19:26 WIB
Momen haru pengungsi banjir Aceh Tamiang yang menangis bahagia saat nikmati nasi padang setelah 2 minggu hanya konsumsi mie instan.
Momen haru pengungsi banjir Aceh Tamiang yang menangis bahagia saat nikmati nasi padang setelah 2 minggu hanya konsumsi mie instan.

Dampak Psikologis Makanan Familiar di Tengah Bencana

Para ahli psikologi kebencanaan sepakat. Makanan bukan sekadar kebutuhan fisik. Ia juga kebutuhan emosional dan psikologis.

Dr. Rahmat Hidayat dari Universitas Syiah Kuala menjelaskan. "Makanan yang familiar memberikan rasa aman," katanya dalam wawancara terpisah. Aroma dan rasa mengembalikan memori normal. Seolah kehidupan belum sepenuhnya hancur.

Sepiring nasi padang bagi pengungsi itu simbol harapan. Bahwa kehidupan akan kembali normal. Bahwa mereka tidak dilupakan. Bahwa ada yang peduli dengan detail kecil kehidupan mereka.

Perempuan tadi mengakui hal serupa. "Rasanya kayak balik ke rumah sebentar," ujarnya sambil mengunyah rendang. Matanya menatap kosong. Entah mengingat apa.

Bagaimana Kondisi Terkini di Aceh Tamiang?

Banjir mulai surut pekan ini. Tapi kerusakan masih parah. Ratusan rumah rusak total. Infrastruktur hancur di mana-mana. Jalan utama masih berlumpur tebal.

Pemerintah daerah terus mengirim bantuan. BPBD Aceh memobilisasi tim gabungan. TNI dan Polri turun langsung. Relawan berdatangan dari berbagai daerah.

Namun tantangan masih berat. Cuaca tidak menentu ancam banjir susulan. Logistik terhambat medan berat. Komunikasi terputus di beberapa kampung.

Posko pengungsian masih beroperasi penuh. Diperkirakan pengungsi baru bisa pulang akhir bulan ini. Itupun jika kondisi memungkinkan dan rumah layak huni.

Kisah di Balik Sepiring Nasi Padang

Tim relawan dari Padang mendengar keluhan pengungsi. Mereka rindu makanan rumah. Khususnya yang berasal dari Minangkabau dan sekitarnya.

Maka dibuatlah rencana khusus. Dapur umum khusus masakan Padang didirikan. Bahan-bahan didatangkan dari Medan. Para juru masak rela bekerja siang malam.

Hasilnya? Ratusan porsi nasi padang siap disajikan. Rendang, gulai, sambal hijau, ikan balado. Semua dimasak dengan bumbu lengkap. Tidak asal-asalan meski di posko darurat.

"Kami paham makanan itu obat jiwa," ujar Budi Santoso, koordinator dapur umum. "Apalagi di situasi seperti ini," tambahnya. Niatnya mulia dan eksekusinya tepat sasaran.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini