Ia melihat jalan santai sebagai media silaturahmi produktif. Tokoh agama, pemerintah, dan warga bertemu dalam suasana informal.
Kemenag, menurutnya, berhasil merajut kebersamaan melalui pendekatan budaya. Bukan ceramah formal, melainkan interaksi organik di ruang publik.
-
Syukur Ditutup dengan Door Prize
Acara tak berhenti di garis finish. Panitia menyiapkan pembagian door prize untuk peserta.
Ini bentuk rasa syukur atas antusiasme warga. Juga strategi untuk mempertahankan semangat kerukunan di masa mendatang.
HAB ke-80 jatuh pada 3 Januari 2026. Jalan santai menjadi pembuka rangkaian acara peringatan.
Kemenag Parimo merencanakan serangkaian kegiatan lanjutan. Namun jalan santai ini telah menetapkan nada: kerukunan adalah kerja kolektif.
Bukan retorika birokratis, melainkan praktik nyata di lapangan. Ratusan warga Mepanga dan Ongka Malino telah membuktikannya.
Mereka berjalan bersama, melampaui batas identitas. Dan dalam langkah-langkah itu, energi kebangsaan mengalir.
Baca Juga: Roy Suryo Siapkan Buku Gibran: Bongkar Fufufafa hingga Jejak Pendidikan Sydney
Artikel Terkait
Mahfud MD Beberkan Anomali Penegakan Hukum 2025: Retorika Keras, Praktik Mandek
Ketua Ormas Tuding DJ Donny Rekayasa Teror untuk Jebak Pemerintah
Viral Ibu Korban Bencana Aceh Pakai Baju Persit: Simbol Solidaritas di Balik Kesedihan
Solidaritas di Tengah Lumpur, Warga Aceh Bantu Petugas PLN Tembus Medan Berat
Roy Suryo Siapkan Buku Gibran: Bongkar Fufufafa hingga Jejak Pendidikan Sydney