• Kamis, 4 Juni 2026

Pesawat ATR Indonesia Air Sempat Rusak Mesin Sebelum Hilang Kontak di Sulsel

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:21 WIB
Pesawat ATR Indonesia Air Transport sempat alami kerusakan mesin dua hari sebelum hilang kontak di Sulawesi Selatan, Sabtu 17 Januari.
Pesawat ATR Indonesia Air Transport sempat alami kerusakan mesin dua hari sebelum hilang kontak di Sulawesi Selatan, Sabtu 17 Januari.

Sulawesitoday - Dua hari sebelum hilang kontak, pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport telah menunjukkan gejala kerusakan.** Fakta ini terungkap dari kesaksian pengelola private jet di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pesawat bernomor registrasi PK-THT itu sempat terbang pada Kamis, 15 Januari 2026. Namun penerbangan tidak berlanjut.

"Pesawat sudah terbang meninggalkan Bandara Halim," kata pengelola private jet. "Tetapi kembali mendarat karena ada kerusakan mesin."

Informasi tersebut disampaikan kepada wartawan, Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat ATR sempat terparkir bersebelahan dengan armada mereka.

"Pesawat kami parkir di sebelah pesawat ini," ujar pengelola. "Yang sedang diperbaiki mesinnya."

Dua hari kemudian, pesawat yang sama menjalani penerbangan komersial. Rute Yogyakarta-Makassar menjadi perjalanan terakhirnya.

Sabtu siang, pesawat hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan. Kontak terakhir tercatat pukul 13.17 Wita.

Pesawat seharusnya mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar pukul 12.20 WIB. Namun komunikasi dengan pengendali lalu lintas udara terputus.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman S. Laisa, mengonfirmasi kejadian tersebut. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, juga membenarkan.

"Begitu menerima informasi hilangnya kontak, kami langsung melakukan langkah tanggap darurat." Andi Sultan menjelaskan respons cepat timnya.

Basarnas menggerakkan dua tim rescue. Tim pertama terdiri lima personel, tim kedua lima belas personel.

Peralatan pendukung dikerahkan: satu unit mobil truk operasional, satu unit mobil rescue, satu unit drone. Tim gabungan dengan kekuatan empat puluh personel disiapkan.

Di Desa Bulu-bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, tim Basarnas Makassar tiba untuk pencarian. Lokasi diduga menjadi titik hilang kontak.

Kepala Desa Bulu-bulu, Abd Kadir, mengungkapkan partisipasi warga. Ratusan warga setempat turun langsung membantu.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini