Informasi visual itu memperkuat dugaan titik jatuh. Koordinat mengarah ke wilayah terjal dan berkontur ekstrem.
Mobilisasi Tim Gabungan
Basarnas Makassar langsung menurunkan 25 personel awal. Tiga sortir diberangkatkan ke lokasi dugaan.
Untuk sementara menuju ke sana ada 3 sortir, berarti sekitar 25 orang," tandas Sultan. Dua tim rescue dengan kekuatan 5 dan 15 orang disiapkan.
Peralatan pendukung dimobilisasi segera. Satu unit truk, satu drone, dan satu mobil rescue dikirim.
Operasi Lintas Institusi
TNI AU mengerahkan helikopter untuk pemantauan udara. Polri turut bergabung dalam operasi pencarian.
Unggahan akun Instagram pembasmii.kehaluan melaporkan perkembangan terkini. "Tim evakuasi berjumlah 40 orang sedang menuju lokasi pencarian," demikian tertulis.
Gelombang kedua personel akan menyusul dengan potensi tambahan. "Berikutnya akan kami berangkatkan bersama potensi-potensi yang ada sekitar 40 orang," terang Sultan.
Medan Tantangan Ekstrem
Kawasan pegunungan Leang-Leang terkenal sulit dijangkau. Kontur terjal dan vegetasi lebat menjadi hambatan.
Jalur darat hampir mustahil untuk kendaraan berat. Helikopter menjadi andalan utama mobilisasi tim.
Cuaca berawan saat kejadian menambah kompleksitas operasi. Visibilitas terbatas mempersulit identifikasi dari udara.
Protokol Keselamatan Penerbangan
Pesawat ATR 42-500 tergolong dalam kategori turboprop regional. Kapasitas maksimal mencapai 48 penumpang dalam konfigurasi standar.
Artikel Terkait
Viral Seret Istri di Jalan Umum, Pelaku KDRT Siniu Ditangkap APH
Kontak Pesawat ATR Terputus di Jalur Yogyakarta–Makassar, Operasi SAR Dikebut
Pendaki Dikabarkan Temukan Puing Pesawat Hilang Kontak Yogyakarta-Makassar di Sulawesi Selatan
Pesawat ATR Indonesia Air Sempat Rusak Mesin Sebelum Hilang Kontak di Sulsel
Basarnas Kerahkan 40 Personel Cari Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros