• Kamis, 4 Juni 2026

Target USD 17,5 Miliar, Strategi Nyali Mendag di Trade Expo Indonesia 2026

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Kamis, 26 Februari 2026 | 23:06 WIB
Mendag Budi Santoso targetkan transaksi USD 17,5 Miliar di TEI 2026. Siapkan strategi terintegrasi & fasilitas hotel gratis bagi buyer internasional.
Mendag Budi Santoso targetkan transaksi USD 17,5 Miliar di TEI 2026. Siapkan strategi terintegrasi & fasilitas hotel gratis bagi buyer internasional.

Sulawesitoday - Menteri Perdagangan yang akrab disapa Mendag Busan itu baru saja memukul gong. Tanda dimulainya perburuan dolar dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Lokasinya masih di tempat favorit: ICE BSD, Tangerang. Waktunya: 14-18 Oktober 2026.

Angka yang dipasang adalah USD 17,5 miliar. Kalau dirupiahkan, silakan hitung sendiri nolnya—banyak sekali.

Memang, angka itu terlihat lebih rendah dibanding capaian tahun lalu yang menembus USD 22,83 miliar. Tapi begitulah gaya Busan. Dia lebih suka memasang target yang masuk akal, lalu melampauinya dengan telak.

"Target TEI tahun lalu USD 16,5 miliar dan alhamdulillah terealisasi hingga USD 22,83 miliar. Tahun ini, kami tingkatkan menjadi USD 17,5 miliar. Kami optimistis terlampaui," ujar Mendag Busan di kantornya, Kamis kemarin.

Strateginya tidak muluk-muluk. Cukup tiga langkah. Tapi konsisten. Ada penjajakan bisnis (business matching) sebelum pameran, transaksi saat pameran, dan pengawalan kontrak setelah pameran.

Busan ingin pameran bukan sekadar seremonial gunting pita. Dia ingin pameran adalah titik final.

"Jadi, ketika buyer datang ke TEI 2026, prosesnya tinggal finalisasi dan transaksi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan transaksi terjadi sebelum pameran berlangsung," tegasnya.

Hub Global di 10 Aula

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, juga tidak kalah sigap. Dia sudah menyiapkan 10 aula di ICE BSD. Semuanya disekat-sekat berdasarkan zonasi yang jelas. Ada sektor makanan, manufaktur, fashion, hingga furnitur.

Bahkan ada perlakuan khusus untuk 'harta karun' Indonesia: kopi, teh, dan kakao. Ketiganya akan punya aula sendiri. Ada kompetisinya pula.

"Kami ingin memastikan buyer internasional lebih mudah menemukan produk yang mereka cari," kata Puntodewi.

Tujuannya satu: menjadikan Indonesia sebagai The Ultimate Hub for Global Sourcing. Indonesia bukan lagi penonton dalam rantai pasok global. Indonesia adalah pemainnya.

Waspada Loker Facebook! Warga Palu Jadi Korban Begal Usai Tergiur Gaji Rp2,3 Juta

Servis Kamar Gratis

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini