Di tengah menjamurnya biro perjalanan umroh yang tak semuanya bisa dipercaya, satu perusahaan dari Majene mencoba tampil beda — bukan hanya soal pelayanan, tetapi soal nilai.
Sulawesitoday - Bisnis travel umroh makin ramai. Makin banyak pemain baru bermunculan. Tapi tidak semua bisa dipertanggungjawabkan.
Fakta itulah yang mendorong PT Rayyan Menara Travel memilih jalan berbeda. Bukan cuma menjual paket. Bukan cuma mengantar jamaah ke Tanah Suci lalu selesai. Mereka menawarkan sesuatu yang lebih — sebuah program yang cukup mengundang rasa ingin tahu: sekali bayar, umroh berkali-kali.
Program itulah yang menjadi salah satu daya tarik utama saat PT Rayyan Menara Travel menggelar halal bihalal tahunan bersama para alumni jamaah umroh dan haji di Majene, beberapa waktu lalu. Tema yang diusung pun tak biasa: "Menjadi Tamu Allah dan Tamu Rasulullah."
Bukan tema kosong. Pimpinan Rayyan Menara Travel, H. Zainuddin Mubarok, menjelaskan bahwa tema itu sengaja dipilih untuk mengingatkan kembali makna perjalanan ibadah. Bahwa umroh dan haji bukan sekadar wisata religi biasa. Bukan sekadar foto-foto di depan Ka'bah.
"Kegiatan halal bihalal ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai ajang mempererat hubungan kekeluargaan dengan alumni jamaah. Kami ingin menjaga silaturahmi agar hubungan yang terbangun tidak berhenti setelah jamaah pulang dari Tanah Suci." ucapnya.
Pernyataan itu bukan retorika semata. Halal bihalal seperti ini memang rutin mereka gelar tiap tahun. Bukan untuk pamer eksistensi. Tapi karena Zainuddin percaya — kepercayaan jamaah adalah aset yang jauh lebih berharga dari sekadar omzet.
Di sinilah letak keunggulan yang mereka tonjolkan. Di pasar yang makin sesak oleh biro-biro nakal — yang asal jual paket murah tanpa legalitas jelas — Rayyan Menara Travel justru memilih transparansi. Legalitas resmi sebagai penyelenggara umroh dan haji khusus dipastikan selalu diperbarui. Hubungan dengan Kemenag pun dijaga baik.
"Legalitas dan hubungan yang baik dengan pemerintah serta Kementerian Agama sangat penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah. Kami tidak hanya menjual paket perjalanan, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan standar pelayanan." ungkapnya.
Soal pilihan paket, tersedia dua opsi. Paket reguler untuk jamaah yang mengutamakan keterjangkauan harga. Paket VIP bagi mereka yang menginginkan kenyamanan lebih — hotel premium, fasilitas lebih baik, akses lebih mudah ke Masjidil Haram. Perbedaan keduanya terletak terutama pada akomodasi selama berada di Tanah Suci.
Namun program yang paling menyedot perhatian tetaplah skema "sekali bayar umroh berkali-kali." Sebuah program yang memungkinkan jamaah menikmati manfaat umroh lebih dari satu kali dalam satu skema pembayaran. Bagi banyak orang yang bermimpin ke Tanah Suci lebih dari sekali, ini adalah tawaran yang sulit diabaikan.
Aspek spiritual juga tak luput dari perhatian. Setiap rombongan jamaah didampingi oleh pembimbing berpengalaman — termasuk alumni dari Mesir yang dianggap memiliki pemahaman agama yang mumpuni. Pendampingan bukan formalitas. Bukan sekadar pelengkap paket.
"Pendampingan yang baik sangat penting agar jamaah merasa nyaman, aman, dan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk. Karena itu kami menghadirkan pembimbing yang berpengalaman agar jamaah memperoleh pelayanan terbaik." sebutnya.
Mungkin itulah yang membedakan travel ibadah yang bertahan dengan yang tumbang. Bukan hanya soal harga. Bukan hanya soal fasilitas.
Artikel Terkait
Ikatan Jurnalis dan Pemkab Majene Kompak Jenguk Insan Pers Sedang Jalani Pemulihan Kesehatan
Modal Google Translate, Warga Banyuwangi Gagalkan Penipuan Tokek Emas Rp2 Miliar ke WNA
Update Harga Gas Elpiji 3kg, 5,5kg dan 12kg Per April 2026: Jawa, Sulawesi Hingga Papua
Resmi Naik 18 April! Cek Harga Baru Pertamax Turbo dan Dex, Pertamax 92 Masih Harga Lama
Selat Hormuz Ditutup Lagi Kurang dari 24 Jam Setelah Dibuka oleh Iran