• Senin, 22 Juni 2026

Ibu-Ibu Bergerak Jadi Donor ASI Bagi Bayi yang Ditinggal Ibunya di Kecelakaan KRL

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 30 April 2026 | 14:33 WIB
Tragedi KRL Bekasi menyisakan kisah haru. Di tengah duka, para ibu menyusui di Threads bergerak mendonorkan ASIP bagi anak-anak korban.
Tragedi KRL Bekasi menyisakan kisah haru. Di tengah duka, para ibu menyusui di Threads bergerak mendonorkan ASIP bagi anak-anak korban.

Sulawesitoday - BENTURAN keras itu menyisakan sunyi yang menyayat di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam 27 April 2026. Di antara reruntuhan gerbong perempuan KRL Line Cikarang, benda-benda rumah tangga berserakan menjadi saksi bisu maut yang datang tiba-tiba.

Satu pemandangan paling memilukan adalah temuan deretan cooler bag berisi air susu ibu perah (ASIP). Tas-tas pendingin itu sejatinya disiapkan para ibu pekerja untuk buah hati mereka di rumah.

"Pas liat banyak cooler bag ASI dievakuasi dari tragedi KRL, patah hati," tulis akun @rddenisa di platform Threads. Unggahan itu memicu gelombang solidaritas yang tak terduga dari para peselancar dunia maya.

Baca Juga: Laga Koboi Kopka Sujarwo: Lawan Arus, Gebrak Ambulans - Lalu Berujung Sungkem

Sejumlah ibu menyusui serentak menawarkan diri menjadi donor ASI bagi bayi-bayi yang ditinggalkan ibunya. Mereka tak lagi mempedulikan sekat agama maupun latar belakang demi menyambung nyawa sang bayi.

Akun @grjs.pane menjadi salah satu yang pertama membuka pintu pertolongan. "Siapa tau ada yang butuh dan ibunya jadi korban, aku ada stok ASIP," tulisnya dalam utas yang viral itu.

Ia bahkan merinci detail konsumsinya demi memastikan keamanan sang penerima. "Aku Kristen, anak aku laki-laki, tapi makanan yang aku makan halal," lanjutnya memberikan keterangan.

Kisah ajaib juga muncul dari balik kabin masinis yang ringsek. Seorang penumpang selamat mengaku terhindar dari tusukan besi tajam berkat tas pendingin tersebut.

Tas itu menahan hantaman besi yang nyaris menembus pundak sang penumpang. "Alhamdulillah kehalang sama tas yang awalnya beliau nggak tau tas apa itu kok basah," ungkap akun @tsabitahsnah_ menceritakan nasib kakak sepupunya.

Namun, tak semua berakhir dengan senyum keajaiban di malam jahanam itu. Sebuah foto menyayat hati menampilkan seorang pria yang mendekap erat cooler bag milik mendiang istrinya.

Istrinya, Tutik Anitasari, merupakan salah satu dari 16 korban jiwa yang tewas seketika. Sang suami seolah memeluk sisa-sisa pengabdian terakhir istrinya untuk anak mereka sebelum maut menjemput di gerbong kereta.

Baca Juga: Kesaksian Pilu Korban Tragedi Bekasi Timur: Saya Pikir Saya Meninggal

Data terakhir menunjukkan 90 orang mengalami luka-luka akibat sundulan KA Argo Bromo Anggrek. Mayoritas korban berada di gerbong perempuan yang ringsek parah dihantam lokomotif jark jauh.

Kini, bantuan terus mengalir lewat jalur pesan pribadi di media sosial. Para ibu di Bekasi dan sekitarnya bahu-membahu memastikan tidak ada bayi yang kelaparan karena tragedi ini.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini