• Senin, 22 Juni 2026

Isak Tangis Ayah Arinjani Korban Petaka KRL Bekasi, Saat Motor Titipan Kembali Tanpa Pemiliknya

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 30 April 2026 | 19:04 WIB
Kisah haru Arinjani, korban kecelakaan KRL Bekasi. Motor kesayangannya pulang ke rumah, namun sang pemilik telah beristirahat selamanya.
Kisah haru Arinjani, korban kecelakaan KRL Bekasi. Motor kesayangannya pulang ke rumah, namun sang pemilik telah beristirahat selamanya.

Sulawesitoday - Gerbang rumah itu terbuka, namun yang datang hanya sebuah motor matik tanpa penunggangnya. Sang pemilik, Arinjani Novita Sari, kini telah beristirahat selamanya di liang lahat.

Arin adalah satu dari enam belas nyawa yang terbang dalam petaka di perlintasan Stasiun Bekasi Timur. Auditor yang bekerja di kawasan Sudirman ini tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek, Rabu lalu.

Bertahun-tahun Arin menjadi pelanggan setia sebuah tempat penitipan motor dekat stasiun. Ia bahkan sudah dianggap anak sendiri oleh sang pemilik parkir karena saking seringnya bertemu.

Baca Juga: Ibu-Ibu Bergerak Jadi Donor ASI Bagi Bayi yang Ditinggal Ibunya di Kecelakaan KRL

"Dia selalu nitipin motor beserta kuncinya karena sudah langganan lama," tulis pengelola parkir dalam unggahan yang viral. Kepercayaan itu terbangun dari rutinitas harian yang ajek antara Jakarta dan Bekasi.

Biasanya, jika Arin pulang terlalu larut, sang ayah akan menjemput motor tersebut agar bisa digunakan esok pagi. Namun, sore itu suasananya sangat berbeda dan menyesakkan dada.

Pemilik parkir memutuskan mengantar sendiri motor itu ke rumah duka. Tangis ayah Arin pecah seketika saat kunci motor diserahkan di depan teras.

"Enggak bisa saya lihat motornya, Pak. Enggak mau kalau yang pulang cuma motornya saja," ujar ayah Arin lirih dengan tatapan kosong.

Baca Juga: Laga Koboi Kopka Sujarwo: Lawan Arus, Gebrak Ambulans - Lalu Berujung Sungkem

Bagi keluarga, keberadaan motor di rumah biasanya menjadi penanda Arin sudah pulang dan bersantai. Kini, pemandangan yang sama justru menjadi pisau yang mengiris hati sang ayah.

Jenazah Arinjani sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi. Prosesi pemakaman dilakukan di TPU Mangun Jaya pada Rabu, 29 April 2026.

Publik merasa kehilangan atas sosok yang dikenal sebagai anak kesayangan tersebut. Kenangan tentangnya kini tertinggal pada motor yang terparkir membisu di sudut rumah.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini