Sulawesitoday - Hubungan antara birokrasi dan kuli tinta di Kabupaten Majene memasuki babak baru dalam ruang koordinasi. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Majene mengumpulkan puluhan jurnalis pada Kamis, 7 Mei 2026.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni rutin di atas kertas. Pemerintah daerah tengah berupaya merajut kembali simpul komunikasi yang sempat longgar dalam penyebarluasan informasi pembangunan.
Kepala Diskominfo Majene, Albar Mustar, menekankan posisi media sebagai elemen vital bagi daerah. Ia memandang wartawan adalah jembatan utama untuk menyentuh kesadaran publik.
Baca Juga: Bukan Sekadar Lomba, AKSI 2026 Majene Fokus pada Pembentukan Karakter Siswa
"Media adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai program pembangunan," ujar Albar di hadapan para awak media. Ia ingin komunikasi yang terbangun ke depan jauh lebih terbuka dan produktif.
Suasana di dalam ruangan mendadak dinamis saat sesi evaluasi dibuka. Para jurnalis tak segan membeberkan berbagai kendala teknis saat memburu berita di lapangan.
Beberapa dari mereka menyoroti sulitnya akses data pada instansi tertentu. Diskusi hangat ini menjadi ajang bagi pemerintah untuk mendengar kritik dari para "pengawal" kebijakan publik tersebut.
Albar Mustar didampingi pejabat lainnya seperti Amril dan Hardiah Mustafa tampak mencatat poin-poin krusial. Mereka berkomitmen memperbaiki sumbatan informasi yang selama ini dikeluhkan.
Baca Juga: Hardiknas di Majene, Bupati Syukri Luncurkan Gerakan Kembali ke Sekolah
Kualitas pemberitaan dan ketaatan pada etika jurnalistik juga menjadi bahasan utama. Diskominfo berharap berita yang sampai ke warga Majene tetap akurat dan berimbang secara objketif.
Langkah ini diambil demi meminimalisir sebaran informasi yang tidak tervalidasi atau hoaks. Kemitraan yang profesional dianggap sebagai kunci utama pembangunan daerah yang informatif.
Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk rutin menggelar ruang komunikasi serupa. Pemerintah ingin memastikan bahwa sinergi ini tidak berhenti pada seremonial belaka.
Artikel Terkait
Pendidikan di Parigi Moutong Masuki Era Deep Learning, Fokus Kedalaman Nalar Siswa
Pungli Pengisian Jabatan Kepsek Parigi Moutong Diincar UU Tipikor, Pelaku Terancam Bui Seumur Hidup
Lawan Risiko Korupsi, Pemda Parigi Moutong Perkuat Sinergi dengan BPKP Sulteng
Lindungi Inovasi Kampus, Kemenkum Sulteng Janji Fasilitasi Pendaftaran Hak Cipta Dosen
Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel, Evakuasi Dramatis 16 Jenazah dari Kobaran Api