• Senin, 29 Juni 2026

Pendidikan di Parigi Moutong Masuki Era Deep Learning, Fokus Kedalaman Nalar Siswa

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Rabu, 6 Mei 2026 | 15:49 WIB
Menteri Abdul Mu’ti perkenalkan Deep Learning. Bupati Parimo ingatkan kebijakan ini jangan jadi formalitas angka. Fokus pada 4C dan kedalaman.
Menteri Abdul Mu’ti perkenalkan Deep Learning. Bupati Parimo ingatkan kebijakan ini jangan jadi formalitas angka. Fokus pada 4C dan kedalaman.

Sulawesitoday - Ruang kelas di tanah air sedang bersiap menghadapi arus baru. Bukan kurikulum anyar, melainkan sebuah metode yang disebut deep learning.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini memprioritaskan kedalaman materi ketimbang mengejar setumpuk bab yang melelahkan. Siswa tak lagi dipaksa menelan semua informasi, melainkan diajak menyelami esensi.

Di bawah terik matahari pagi, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, berdiri di mimbar upacara Hari Pendidikan Nasional, Sabtu pekan lalu. Ia membacakan pesan panjang dari Menteri Abdul Mu’ti tentang transformasi ini.

Baca Juga: Disdikbud Parimo Desak Pusat, Sarana SD Wilayah Terpencil Butuh Perhatian Serius

"Pendekatan pembelajaran mendalam jadi program prioritas untuk meningkatkan kualitas," ujar Erwin saat membacakan sambutan menteri di Parigi, Sabtu, 2 Mei 2026.

Ada tiga pilar yang diusung: mindful, meaningful, dan joyful. Singkatnya, belajar harus sadar, bermakna bagi hidup, dan tentu saja tidak menyiksa batin siswa.

Pemerintah ingin memangkas keluasan materi yang selama ini dianggap mencekik kreatifitas. Fokusnya kini beralih pada penguasaan konsep esensial yang menajamkan nalar kritis dan kolaborasi anak didik.

Namun, Erwin memberi catatan tebal di luar teks pidato formal. Ia sadar betul, kebijakan di atas kertas seringkali layu saat menyentuh akar rumput di daerah.

Ia mengingatkan para guru dan pengawas agar tidak terjebak pada administrasi semata. Perubahan metode ini menuntut perubahan mental yang radikal dari para pendidik di lapangan.

"Tanpa itu semua, kebijakan hanya akan menjadi program formalitas yang diukur dari angka semata," tegas Erwin dengan nada bicara yang lebih berat.

Baca Juga: Syarat Harga Mati Revitalisasi Pusat, Di Balik Ciutnya Kuota Perbaikan Sekolah Parigi Moutong

Implementasi ini nantinya akan dibarengi dengan revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran. Guru-guru bakal didorong untuk meningkatkan kualifikasi agar sejalan dengan nafas deep learning ini.

Filosofi olah hati, pikir, rasa, dan raga coba disatukan kembali dalam ruang kelas yang lebih interaktif. Targetnya ambisius: mencetak sumber daya manusia yang siap bertarung di masa depan.

Upacara pun usai, namun tantangan sebenarnya baru saja dimulai. Di sekolah-sekolah terpencil Parimo, janji pembelajaran yang menyenangkan itu kini sedang dinanti pembuktinnya.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini