Sulawesitoday - Ruang ujian di Palu itu mendadak hening saat Candra Setiawan menyodorkan selembar dokumen penting. Di hadapan penguji, legislator PKB Parigi Moutong ini menawarkan kontrak komitmen untuk satu periode kepemimpinan ke depan.
Langkah ini diambil Candra usai melahap tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Ketua DPC PKB Parigi Moutong, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia tampak percaya diri keluar dari ruang ujian yang digelar DPW PKB Sulawesi Tengah tersebut.
Baca Juga: Gaji Aparat Desa dan Guru PPPK di Sigenti Macet, Legislator Moh Fadli Desak Pemda Parigi Moutong
"Substansinya adalah kami telah menyiapkan performa terbaik. Saya juga menyerahkan proposal kontrak komitmen sebagai bentuk keseriusan," ujar Candra saat ditemui usai kegiatan.
Candra tak sendirian dalam gelanggang perebutan kursi panas di Bumi Khatulistiwa ini. Namanya bersaing ketat dengan tiga kader lain, yakni Solihin, H. Wardi, dan Sukiman Tahir.
Meski dikepung rivalitas internal, Candra tetap kalem menghadapi proses seleksi. Ia menilai model penyaringan calon pemimpin daerah yang dilakukan DPP PKB kali ini berlangsung sangat profesional.
"Fokus utamanya adalah objektivitas. Ini cara partai mencari kader terbaik untuk membesarkan PKB di Parigi Moutong," tambah pria bergelar magister pendidikan terebut.
Di tangan DPP, nasib kepemimpinan PKB Parigi Moutong kini dipertaruhkan. Rekam jejak dan visi-misi yang tertuang dalam dokumen komitmen menjadi kunci penentu siapa yang bakal memegang tongkat komando.
Baca Juga: Lama Terlupakan, Warga Ambesia Induk Curhat ke Legislator Irawati Soal Air Bersih
Candra sendiri memilih bersabar menunggu pengumuman resmi dari Jakarta. Namun, gurat optimisme tak bisa disembunyikan dari wajahnya setelah melewati serangkaian pertanyaan tajam tim penguji.
"Tentu kita menunggu keputusan resmi. Jika tidak ada aral melintang, saya siap mengemban amanah memenangkan partai," pungkasnya menutup pembicaraan.
Pertarungan berebut mandat ini kini memasuki babak penentuan. Siapapun yang terpilih nanti, tugas berat sudah menanti untuk menjaga elektabilitas partai di tengah dinamika politik lokal yang kian dinamis.
Artikel Terkait
Jemput Bola di Unismuh Palu, Kanwil Kemenkum Sulteng Percepat Perlindungan Hak Cipta Civitas Akademika
Disdikbud Parimo Desak Pusat, Sarana SD Wilayah Terpencil Butuh Perhatian Serius
Syarat Harga Mati Revitalisasi Pusat, Di Balik Ciutnya Kuota Perbaikan Sekolah Parigi Moutong
Skandal Predator di Ponpes Ndholo Kusumo Pati, Puluhan Santriwati Diduga Jadi Korban Nafsu Pengasuh Berkedok Wali
Bukan Sekadar Lomba, AKSI 2026 Majene Fokus pada Pembentukan Karakter Siswa