• Minggu, 21 Juni 2026

Lindungi Inovasi Kampus, Kemenkum Sulteng Janji Fasilitasi Pendaftaran Hak Cipta Dosen

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Rabu, 6 Mei 2026 | 21:47 WIB
Kanwil Kemenkum Sulteng dorong dosen Universitas Tadulako daftarkan hak cipta dan paten riset guna menjamin kepastian hukum serta ekonomi.
Kanwil Kemenkum Sulteng dorong dosen Universitas Tadulako daftarkan hak cipta dan paten riset guna menjamin kepastian hukum serta ekonomi.

Sulawesitoday - Riset di atas kertas sering kali berakhir di lemari arsip. Kanwil Kemenkum Sulawesi Tengah ingin mengubah tabiat itu dengan mengejar bola ke jantung akademisi.

Rabu, 6 Mei 2026, Ruang Senat Fakultas Pertanian Universitas Tadulako tampak lebih sibuk dari biasanya. Sebanyak 20 dosen berkumpul, bukan untuk mengajar, melainkan menggugat nasib karya-karya mereka.

Suasana diskusi mengalir deras dan penuh tanya. Para dosen mencemaskan birokrasi pendaftaran hak cipta yang selama ini dianggap berbelit.

Baca Juga: Lawan Risiko Korupsi, Pemda Parigi Moutong Perkuat Sinergi dengan BPKP Sulteng

“Kami ingin memastikan setiap karya yang lahir dari kampus memiliki kepastian hukum,” tegas Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy. Baginya, inovasi tanpa perlindungan adalah kerugian ekonomi yang nyata.

Aida Julpha Tangkere, Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, turun tangan langsung memberikan penjelasan. Ia membedah satu per satu urgensi paten bagi hasil riset pertanian yang rawan diklaim pihak lain.

Keresahan soal biaya pendaftaran juga sempat mencuat di tengah forum. Menjawab itu, pihak Kemenkum berjanji memberikan pasilitasi khusus bagi para peneliti.

Komitmen ini bukan sekadar janji manis di atas podium. Rencananya, langkah kongkret pendaftaran akan ditindaklanjuti pada 12 Mei mendatang.

Baca Juga: Pungli Pengisian Jabatan Kepsek Parigi Moutong Diincar UU Tipikor, Pelaku Terancam Bui Seumur Hidup

Sinergi antara otoritas hukum dan kampus menjadi harga mati. Tanpa itu, ekosistem intelektual di Sulawesi Tengah akan terus jalan di tempat.

Perguruan tinggi adalah lumbung inovasi yang sangat strategis. Perlindungan hukum menjadi perisai agar daya saing peneliti lokal tidak gampang rapuh di tingkat nasional.

“Perlindungan ini penting untuk mendorong inovasi dan memberikan nilai ekonomi,” pungkas Rakhmat. Kini bola berada di tangan para akademisi untuk segera melegalkan temuan mereka.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini