Program revitalisasi ini mengedepankan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui sistem swakelola. Toko bangunan setempat harus disurvei terlebih dahulu sebelum data bangunan dikirim ke pusat.
Jumlah siswa sebenarnya bukan menjadi masalah utama dalam verifikasi. Data tersebut sudah terekam otomatis lewat aplikasi Dapodik yang bisa dipantau langsung dari Jakarta.
"Sekolah dengan jumlah murid sedikit akan mendapatkan penyesuaian desain ruang kelas," jelasnya.
Bangunan standar akan disekat agar tetap fungsional meski rombongan belajar tidak banyak.
Prioritas utama bantuan ini adalah ketersediaan sarana air bersih. Ruang kelas yang rusak akan segera diperbaiki agar proses belajar mengajar kembali nyaman.
Artikel Terkait
9,2 Hektare Sekolah Rakyat Parimo untuk Mimpi Anak Terpencil
Disdikbud Parimo dan Balai Bahasa Berjuang Patenkan Bahasa Tialo di Peta Nasional
Perlawanan IRT Terhadap Teror Akun Anonim Pantau Kinerja Parimo
Gagal Gondol 8 Tabung Gas, Pencuri di Palu Utara Tinggalkan Motor Hingga Dibakar Warga
Nekat Bangun Gedung di Pinggir Jurang, Koperasi Merah Putih Ngawi Jadi Sorotan