• Sabtu, 4 Juli 2026

Dugaan Alat Berat Andre Bebas Mengeruk Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Seret Nama Kasat Reskrim

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 17 Mei 2026 | 14:54 WIB
Gambar ilustrasi. Dugaan nepotisme menyelimuti tambang emas ilegal di Parigi Moutong. Kasat Reskrim Polres Parimo bantah lindungi armada ekskavator Andre.
Gambar ilustrasi. Dugaan nepotisme menyelimuti tambang emas ilegal di Parigi Moutong. Kasat Reskrim Polres Parimo bantah lindungi armada ekskavator Andre.

Sulawesitoday - Aktivitas pengerukan emas ilegal di Kabupaten Parigi Moutong terus meluas menggunakan alat berat tanpa tersentuh hukum. Operasi raksasa ini diduga berjalan mulus karena pengendali lapangan memiliki hubungan kekerabatan dengan pejabat kepolisian setempat.

Kabar miring ini langsung mengarah pada Kasat Reskrim Polres Parigi Moutong AKP Anugerah S Tarigan. Seorang penambang besar bernama Andre disebut-sebut mendapat lampu hijau karena ikatan darah dengan sang perwira.

Operasi tambang tanpa izin ini kabarnya bermodal raksasa. Awalnya jaringan ini terdeteksi mengoperasikan tujuh unit ekskavator di lokasi galian.

Baca Juga: Tiga Koperasi Merah Putih Parigi Moutong Resmi Beroperasi, Bupati Erwin Burase Siap Buktikan Desa Tidak Lemah

Kini armada mesin pengeruk tanah dilaporkan bertambah untuk mempercepat produksi. Alat berat bebas bergerak di luar koordinat Wilayah Pertambangan Rakyat.

Sorotan publik makin tajam karena mobilitas mesin raksasa lolos dari pengawasan aparat. Gerakan masif ini dituding mendapat tameng kuat dari pemegang komando reserse.

Dugaan tebang pilih penegakan hukum di lapangan terlihat sangat kontras. Polisi gencar merazia penambang kecil dan menyita beberapa ekskavator milik kelompok lain.

Sebaliknya titik koordinat kerja milik Andre tetap aman beraktivitas. Hubungan darah diduga menjadi kartu as yang membuat operasi tambang kebal hukum.

Skandal ini makin merembet ke urusan logistik tambang. Pasokan bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi diduga ikut mengalir ke sana.

Mesin ekskavator membutuhkan solar dalam jumlah besar setiap hari. Nama pucuk pimpinan satuan reserse lagi-lagi terseret dalam pusaran distribusi solar.

Baca Juga: DPRD Parigi Moutong Warning Seleksi JPT Jangan Jadi Ajang Pilih Kroni dan Kelompok

Publik mulai mendesak Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tengah segera mengambil alih penanganan kasus. Benturan kepentingan dinilai merusak citra institusi Bhayangkara di mata warga.

Aparit penegak hukum tingkat provinsi diminta segera melakukan pembersihan internal. Kerusakan ekologis di Parigi Moutong sudah berada pada titik yang sangat parah.

AKP Anugerah S Tarigan langsung mengeluarkan pernyataan resmi demi menepis isu liar. Otoritas hukum setempat menyatakan tidak pernah memberi ruang bagi aktivitas ilegal.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini