Sulawesitoday - Gempa bumi beruntun yang mengguncang Parigi Moutong memaksa otoritas pendidikan setempat menghentikan sementara seluruh aktivitas belajar mengajar di sekolah.
"Libur satu hari ini merupakan langkah antisipasi dan mitigasi di lingkungan satuan pendidikan," ujar Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong, Ibrahim, pada Selasa malam.
Langkah darurat ini menyasar seluruh siswa dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.
Pemerintah daerah tidak mau mengambil risiko keselamatan anak-anak di dalam ruang kelas saat bumi belum sepenuhnya tenang.
Keputusan mendadak ini lahir setelah Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sunarti menggelar rapat kilat bersama Bupati Erwin Burase.
Baca Juga: Rentetan 15 Gempa Susulan Landa Sulawesi Tengah, Tujuh Rumah di Parigi Moutong Dilaporkan Rusak
Aparatur sipil negara di bidang pendidikan kini bersiaga penuh memantau pergerakan data gempa dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
"Jika hingga besok tidak ada gempa lagi, Insya Allah seluruh siswa kembali masuk sekolah pada hari Kamis," kata Sunarti saat dihubungi terpisah.
Para kepala sekolah kini diminta merapat ke kantor desa dan pos komando militer setempat untuk memperbarui informasi kebencanaan.
Gerbang sekolah akan kembali dibuka jika situasi di lapangan benar-benar sudah dinyatakan bebas dari ancaman bahaya.
Artikel Terkait
Gempa M 6,7 Guncang Palu Hari Ini, Ada Sembilan Kali Susulan
Gempa M6,7 Sulteng Picu Teka-Teki Seismik, Sesar Sausu atau Palolo yang Pecah?
Palolo Sigi Luluh Lantak Akibat Gempa M6,7, BMKG Sebut Tak Ada Tsunami
Akses Jalan ke Napu Putus Total, Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng
Rentetan 15 Gempa Susulan Landa Sulawesi Tengah, Tujuh Rumah di Parigi Moutong Dilaporkan Rusak