• Kamis, 16 Juli 2026

Guru Parigi Moutong Minta Akses Jalan Diperbaiki Ketimbang Program Makan Gratis

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 16 Juli 2026 | 22:28 WIB
Guru SDK Ogolau Parigi Moutong kritik prioritas pemerintah dan minta perbaikan akses jalan serta fasilitas sekolah terpencil segera direalisasikan.
Guru SDK Ogolau Parigi Moutong kritik prioritas pemerintah dan minta perbaikan akses jalan serta fasilitas sekolah terpencil segera direalisasikan.

Sulawesitoday - Pemerintah dituntut mengubah skala prioritas pembangunan pada sektor pendidikan di wilayah pedalaman. Tuntutan ini mencuat setelah keluhan guru dan masyarakat di daerah terpencil tersebar luas melalui media sosial.

"Masyarakat di pelosok lebih membutuhkan akses jalan layak menuju sekolah daripada program makan gratis," kata postingan IG @rskdrian, seorang guru Sekolah Dasar Ogolau, Kamis, 16 Juli 2026.

Kondisi infrastruktur yang buruk sangat menghambat proses belajar mengajar di wilayah tersebut. Sekolah dasar ini berada di Dusun Empat Terpencil Ogolau Desa Tibu Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Akses jalan menuju sekolah dinilai sangat membahayakan keselamatan. Guru dan murid harus melewati jalur perlintasan yang terjal dan menanjak demi mencapai ruang kelas.

Baca Juga: Resmikan Jembatan Garuda, Pangdam XXIII dan Bupati Parigi Moutong Putus Isolasi Desa Nambaru

"Kami berjuang melewati rintangan jalan rusak setiap hari demi mencerdaskan anak bangsa," ujar sang guru menambahkan.

Keterbatasan fasilitas memicu gerakan swadaya dari tenaga pendidik setempat. Guru di sekolah ini berinisiatif membangun perpustakaan mini secara mandiri demi meningkatkan literasi siswa.

Langkah kreatif juga diambil untuk menarik minat belajar para murid. Tenaga pengajar rela memasak di sekolah agar anak didik mereka tetap bersemangat mengikuti pelajaran.

"Pemerintah seharusnya memprioritaskan biaya buku murah dan penghapusan iuran sekolah," tulis akun Syalman Kunsh dalam kolom komentar video viral itu.

Dukungan moral terus mengalir dari publik untuk para pejuang pendidikan di Parigi Moutong. Netizen mengapresiasi ketulusan guru yang tetap mengabdi walau minim perhatian dari pemerintah daerah.

"Semoga ada perhatian nyata dari pemangku kebijakan untuk memperbaiki akses jalan kami," pungkas guru tersebut.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini