Infrastruktur air bersih Desa Toboli Barat hancur total akibat bencana banjir. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong langsung menyiapkan pembangunan reservoir baru untuk mengatasi krisis air.
"Pemerintah Daerah menyiapkan pasokan darurat untuk 350 kepala keluarga terdampak pada Kamis, 27 Agustus 2026," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase.
Kerusakan jaringan air memicu kelangkaan air bersih. Warga kini menggantungkan hidup dari kiriman tangki darurat.
Tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi pencarian sumber air. Petugas menyisir area perbukitan yang memiliki pasokan air melimpah.
Dinas PUPRP ditugaskan merancang jaringan pipa baru. Proyek darurat ini ditargetkan rampung dalam dua bulan.
"Perencanaan teknik pembangunannya akan dihitung secara presisi oleh tim ahli," ujar Erwin Burase.
Banjir juga merendam puluhan hektar lahan pertanian warga. Luapan air sungai merusak tanaman perkebunan di sepanjang bantaran.
Pendataan kerugian sektor pertanian masih terus berjalan. Pemerintah daerah berjanji menyalurkan bantuan bibit pengganti.
Satuan kerja perangkat daerah diminta bergerak cepat. Sinergi antarlembaga menjadi kunci pemulihan ekonomi masyarakat.
"Dinas terkait harus mendata seluruh kerugian warga secara akurat," ucap Erwin Burase.
Masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi banjir susulan. Warga diminta melapor jika debit air kembali meningkat.
Artikel Terkait
Avolua Parigi Moutong Diterjang Banjir Bandang, 12 Rumah Rusak dan Jalur Utama Macet
Pembersihan Lumpur Banjir Bandang Desa Avolua Digenjot, TAGANA Parigi Moutong Targetkan Dua Hari
Pemda Parigi Moutong Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Bandang Avolua 14 Hari
Detik-Detik Pembangkit Listrik di Nepal Disapu Banjir Bandang, Ratusan Hilang
Kasus Tambang Liar WPR Kayuboko Seret Pemodal Asing, DPRD Sulteng Minta Gakkum Turun