• Kamis, 4 Juni 2026

Bagaimana awan magellan kecil mengubah pemahaman kita tentang galaksi: Apakah terdiri dari dua galaksi kerdil?

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 31 Desember 2023 | 14:57 WIB
Terobosan hebat! Ilmuwan temukan rahasia tersembunyi Awan Magellan Kecil: Dua galaksi kerdil terungkap. Foto: tangkap layar instagram.
Terobosan hebat! Ilmuwan temukan rahasia tersembunyi Awan Magellan Kecil: Dua galaksi kerdil terungkap. Foto: tangkap layar instagram.

Sulawesitoday - Sebuah terobosan signifikan dalam penelitian astronomi telah terjadi, mengungkap bahwa Awan Magellan Kecil (SMC), galaksi satelit terdekat kita, sebenarnya bukanlah satu galaksi tunggal, melainkan terdiri dari dua galaksi kerdil yang terpisah.

Temuan ini berasal dari kerja sama tim astronom internasional yang telah menggali lebih dalam data dari observatorium Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Galactic Australian Square Kilometer Array Pathfinder di Australia Barat.

Sejak akhir tahun 1980-an, beberapa bukti menunjukkan kemungkinan adanya dua galaksi kerdil dalam SMC, dan temuan baru ini memperkuat keyakinan tersebut.

Dalam publikasi terbaru di server prapublikasi arXiv, para peneliti menjelaskan bahwa analisis data Gaia memungkinkan mereka untuk membuat estimasi kecepatan rata-rata bintang-bintang di berbagai bagian SMC.

Penelitian ini juga memanfaatkan data dari Galactic Australian Square Kilometer Array Pathfinder, sebuah jaringan radio teleskop di Australia Barat, untuk memahami lebih banyak tentang Medium Antarbintang di kedua SMC dan LMC (Large Magellanic Clouds).

Dengan analisis data dari survei observatorium di New Mexico, para ilmuwan dapat menyimpulkan bahwa SMC terdiri dari dua bagian dengan komposisi kimia yang berbeda.

Kedua bagian SMC ini juga memiliki kecepatan yang berbeda, dengan bagian yang bergerak lebih cepat terletak di dekat galaksi Bima Sakti.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kedua bagian memiliki massa yang hampir sama dan berinteraksi dengan LMC. Keseluruhan temuan menyimpulkan bahwa SMC terdiri dari dua galaksi kerdil unik, di mana satu berada hampir di belakang yang lainnya relatif terhadap Bumi.

Menariknya, tim penelitian juga memberikan perkiraan jarak antara kedua galaksi kerdil tersebut. Galaksi yang lebih dekat diperkirakan berjarak sekitar 199.000 tahun cahaya, sementara yang lebih jauh dari pasangan galaksi di SMC berjarak sekitar 215.000 tahun cahaya dari Bumi.

Temuan ini tidak hanya membuka wawasan baru terhadap struktur galaksi di alam semesta, tetapi juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi observatorium seperti Gaia dan radio teleskop untuk menjelajahi dan memahami rahasia ruang angkasa.

Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak misteri seputar formasi dan evolusi galaksi di alam semesta yang luas.

Baca juga: Terkuak, 12 Penemuan planet ekstrasurya paling mengejutkan sepanjang 2023

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini