• Rabu, 22 Juli 2026

Merek Kolektif Bangkep: Wujud Upaya Pemkab Bangkep Dorong Daya Saing Produk Ekraf

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Rabu, 29 Mei 2024 | 20:49 WIB
Foto: Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang diprakarsai oleh Kanwil Kemenkumham Sulteng dan Dispar Pemkab Bangkep pada Rabu (29/5/2024) di Kafe Mahameru Salakan, dihadiri puluhan pelaku Ekraf dari 12 kecamatan di Bangkep. Acara yang dibuka oleh Pj. Bupati Bangkep, Iksan Basir, ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku Ekraf tentang HKI dan mendorong mereka untuk melindungi produk-produk kreatif mereka. Diharapkan dengan sosialisasi ini, produk-produk Ekraf Bangkep dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan bersaing di pasar global. (Amirullah)
Foto: Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang diprakarsai oleh Kanwil Kemenkumham Sulteng dan Dispar Pemkab Bangkep pada Rabu (29/5/2024) di Kafe Mahameru Salakan, dihadiri puluhan pelaku Ekraf dari 12 kecamatan di Bangkep. Acara yang dibuka oleh Pj. Bupati Bangkep, Iksan Basir, ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku Ekraf tentang HKI dan mendorong mereka untuk melindungi produk-produk kreatif mereka. Diharapkan dengan sosialisasi ini, produk-produk Ekraf Bangkep dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan bersaing di pasar global. (Amirullah)

[wpseo_breadcrumb]

Merek Kolektif Bangkep: Wujud Upaya Pemkab Bangkep Dorong Daya Saing Produk Ekraf


Sulawesitoday - Berkomitmen untuk mendorong daya saing produk ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkep melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyelenggarakan sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Rabu 29 Mei 2024.


Sosialisasi yang diadakan di Kafe Mahameru Salakan ini dihadiri oleh puluhan pelaku Ekraf dari 12 kecamatan dan berbagai sektor, seperti kuliner, fesyen, kriya, dan seni pertunjukan.


Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Bangkep, Iksan Basir, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya sosialisasi HKI ini. Menurutnya, HKI merupakan instrumen penting untuk melindungi produk-produk kreatif dan meningkatkan nilai ekonominya.


"HKI sangat penting bagi para pelaku Ekraf untuk melindungi hak-hak mereka atas karya dan ciptaan mereka," ujar Iksan Basir.


Ia pun berharap dengan sosialisasi ini, para pelaku Ekraf di Bangkep dapat lebih memahami pentingnya HKI dan mendaftarkan produk-produk mereka.


"Saya berharap dengan sosialisasi ini, para pelaku Ekraf di Bangkep dapat lebih memahami pentingnya HKI dan mendaftarkan produk-produk mereka. Sehingga, produk-produk mereka dapat terlindungi dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi," tambahnya.



Merek Kolektif Bangkep: Solusi Meningkatkan Daya Saing


Salah satu fokus utama dalam sosialisasi HKI ini adalah mendorong pengembangan merek kolektif Bangkep. Merek kolektif ini nantinya akan digunakan untuk menaungi produk-produk Ekraf dari Bangkep.


"Kabupaten Bangkep memiliki banyak produk Ekraf yang potensial. Dengan merek kolektif Bangkep, produk-produk ini dapat dipasarkan dengan lebih efektif dan memiliki daya saing yang lebih tinggi," ujar Hermansyah Siregar, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng.


Ia mencontohkan produk-produk Ekraf Bangkep yang berpotensi besar untuk dilindungi dengan merek kolektif, seperti rumput laut, ikan kerapu, kakap, dan batik.


"Produk-produk ini memiliki kualitas yang tinggi dan diminati oleh pasar. Dengan merek kolektif Bangkep, produk-produk ini dapat dipasarkan dengan lebih luas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi," tambahnya.



Antusiasme Pelaku Ekraf


Sosialisasi HKI ini disambut dengan antusiasme oleh para pelaku Ekraf di Bangkep. Salah satu peserta sosialisasi, Walidah, yang merupakan pengrajin batik, mengaku sangat terbantu dengan informasi yang diberikan.


"Saya baru tahu tentang HKI. Ternyata, penting sekali bagi saya untuk melindungi produk usaha saya," kata Walidah.


Ia pun berencana untuk segera mendaftarkan hak cipta atas desain batiknya.


"Dengan merek kolektif Bangkep, produk batik saya akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan dapat dipasarkan dengan lebih luas," tambahnya.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini