[wpseo_breadcrumb]
Banjir Merusak Lahan Pertanian di Sigi, Pemkab Lakukan Pendataan
Pemerintah Fokus Pada Pemulihan Pascabanjir
Sulawesitoday - Banjir yang melanda Desa Rejeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah menyebabkan kerusakan signifikan pada lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan setempat, saat ini sedang melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terdampak.
"Kami melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk mendata luas lahan pertanian terdampak," ungkap Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sigi, Rahmad Iqbal, Rabu 26 Juni 2024.
Kerusakan dan Upaya Pemulihan
Banjir yang terjadi pada Minggu 23 Juni 2024 tidak hanya merendam kawasan permukiman, tetapi juga merusak sawah dan kebun warga.
Sebagian besar lahan yang terdampak adalah sawah yang sedang dalam masa panen.
"Tim masih dalam proses validasi data dari lapangan," jelas Rahmad Iqbal.
Pendataan ini bertujuan untuk memudahkan pemerintah dalam mengambil langkah-langkah penanggulangan pascabanjir.
Langkah Darurat dan Pemulihan Infrastruktur
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi melaporkan bahwa banjir telah merusak lima hektare lahan pertanian dan merendam 52 rumah.
Kerusakan juga terjadi pada pintu air bangunan bendungan irigasi Menusi serta intake dan jaringan pipanisasi, yang mengakibatkan putusnya pasokan air bersih.
Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai dari 23 Juni hingga 6 Juli 2024.
"Pemerintah Kabupaten Sigi telah mendirikan dapur umum untuk menyediakan makanan bagi pengungsi selama masa tanggap darurat," kata Irwan Lapatta.
Ia juga memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan normalisasi Sungai Menusi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk upaya penanganan dan pencegahan di masa mendatang.