• Kamis, 4 Juni 2026

Baju Adat Ujung Betawi Jokowi di HUT RI: Menghargai Warisan Budaya Sebelum Jakarta Lepas Status Ibu Kota

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Sabtu, 17 Agustus 2024 | 10:55 WIB
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Ujung Serong asal Betawi di Sidang MPR, simbol terima kasih untuk Jakarta sebelum pindahnya ibu kota./Tangkap layar Instagram. (Amirullah)
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Ujung Serong asal Betawi di Sidang MPR, simbol terima kasih untuk Jakarta sebelum pindahnya ibu kota./Tangkap layar Instagram. (Amirullah)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan Baju Adat Ujung Serong asal Betawi saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (16/8/2024).

Pemilihan busana ini mencerminkan penghormatan terhadap budaya Betawi, terutama dalam konteks peralihan status Jakarta sebagai ibu kota negara.

Simbol Terima Kasih untuk Jakarta

Penampilan Baju Adat Jokowi yang mengenakan jas demang Ujung Serong disertai celana kain hitam dan dilengkapi kain Betawi dengan motif tumpal pucuk rebung atau belah ketupat, menjadi sorotan dalam acara kenegaraan tersebut.

Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Abetnego Tarigan, mengungkapkan bahwa pakaian ini dipilih sebagai bentuk apresiasi terhadap Jakarta, yang telah berperan sebagai ibu kota sejak 1966.

"Presiden memaknai pakaian adat Betawi sebagai simbol terima kasih untuk Kota Jakarta yang sudah resmi menjadi ibu kota sejak tahun 1966," ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (16/8/2024).

Menyambut HUT RI Terakhir Jakarta Sebagai Ibu Kota

Pemilihan busana Ujung Serong juga selaras dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-497 Jakarta pada 22 Juni 2024, yang diperkirakan menjadi perayaan terakhir Jakarta sebagai ibu kota.

Bachtiar Jamaluddin, pemilik Sanggar Nusantara Dot Com, menekankan bahwa busana Baju Adat itu memiliki makna mendalam dalam merayakan warisan budaya sebelum Jakarta melepas statusnya sebagai pusat pemerintahan.

"Saya rasa ini selaras dengan perayaan HUT Jakarta kemarin, yang mana seluruh pegawai Pemda dan pemerintah mensosialisasikan lebih gencar tentang budaya lokal Jakarta, yaitu Betawi," ungkap Bachtiar.

Budaya Betawi Tetap Eksis

Walau Jakarta akan kehilangan status ibu kota, budaya Betawi dipastikan akan terus hidup dan berkembang.

Menurut Bachtiar, meski status ibu kota dicabut, Jakarta tetap menjadi pusat perdagangan dan akulturasi budaya, yang tidak akan memengaruhi aktivitas ekonomi kota ini.

Ia juga menambahkan bahwa Jakarta akan terus merayakan HUT-nya setiap tahun, dengan kebudayaan Betawi tetap menjadi bagian penting dari perayaan tersebut.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini