• Kamis, 4 Juni 2026

Heboh Penemuan Mayat Membusuk di Kawasan RSD Madani Kota Palu, Warga Terkejut dan Identitas Terungkap Sebagai Pasien Kejiwaan Hilang Sejak Juli 2024

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Jumat, 6 September 2024 | 19:19 WIB
Warga Mamboro, Palu Utara, digegerkan penemuan mayat membusuk di kawasan RS Madani yang akhirnya teridentifikasi sebagai pasien hilang sejak Juli 2024. #PenemuanMayat #PaluUtara #RSMadani (Amirullah)
Warga Mamboro, Palu Utara, digegerkan penemuan mayat membusuk di kawasan RS Madani yang akhirnya teridentifikasi sebagai pasien hilang sejak Juli 2024. #PenemuanMayat #PaluUtara #RSMadani (Amirullah)

Sulawesitoday – Warga Kelurahan Mamboro, Palu Utara, digemparkan oleh penemuan mayat yang telah membusuk di kawasan belakang perumahan pegawai RSD Madani pada Jumat, 6 September 2024. Identitas mayat itu akhirnya terungkap sebagai Juliyati, pasien rawat inap kejiwaan di RSD Madani yang hilang sejak Juli lalu.

Pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian Juliyati dan menolak autopsi, sehingga jenazahnya segera dipulangkan ke kampung halaman di Parigi Moutong.

Penemuan mayat ini bermula ketika dua petugas kebersihan RSD Madani, Sumartono (31) dan Jarnawi (35), sedang membersihkan area sekitar pagar timur rumah sakit pada Jumat sore. Saat tengah bekerja, mereka mencium bau menyengat dan menemukan sesosok mayat yang sudah membusuk.

Setelah memastikan kondisi mayat yang mengering, mereka langsung melaporkannya ke petugas keamanan setempat.

Baca Juga: Pengaduan Lawyers Sangganipa ke Polda Sulteng: Dugaan Penghinaan Pasangan Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto Melalui Video di Media Sosial

Polisi segera tiba di lokasi kejadian setelah mendapat laporan sekitar pukul 15.00 WITA. Tim dari Polsek Palu Utara dan Inafis Polresta Palu melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi jenazah yang ditemukan di halaman belakang rumah sakit tersebut.

Setelah melalui pemeriksaan awal, ditemukan bahwa korban mengenakan sarung hijau motif kotak dan memiliki gigi palsu yang terlepas serta dua cincin di tangan kirinya.

Rismiati (28), salah satu kerabat korban, mengonfirmasi identitas mayat tersebut sebagai Juliyati, yang hilang dari RSD Madani sejak 21 Juli 2024. "Saya mengenali dari sarung, gigi palsu, dan cincin yang dipakai. Saya yakin itu Juliyati," katanya.

Juliyati dilaporkan melarikan diri dari bangsal Anggur RSD Madani pada hari hilangnya, saat cuaca sedang hujan deras.

Menurut Rahmatia (46), Kepala Ruang Anggur di RSD Madani, Juliyati telah menjalani perawatan sejak 18 Juli 2024. Namun, pasien melarikan diri hanya tiga hari setelah masuk rumah sakit, tepat pada 21 Juli 2024.

Pihak rumah sakit sempat melakukan pencarian, tetapi tidak berhasil menemukannya hingga mayatnya ditemukan pada awal September.

Setelah identitas mayat dipastikan, keluarga Juliyati memutuskan untuk tidak melanjutkan proses autopsi. Mereka menyampaikan kepada pihak berwenang agar jenazah segera dipulangkan ke Desa Eeya, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong.

Keputusan ini diambil setelah keluarga merasa yakin dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Penemuan mayat yang membusuk ini mengundang perhatian masyarakat sekitar RSD Madani dan menjadi perbincangan hangat. Warga setempat mengaku kaget dengan kejadian ini, terutama karena lokasi penemuan berada di area rumah sakit yang seharusnya aman.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini