Sulawesitoday - Seorang warga di Kampung Barukaso, Bandung, berhasil menyelamatkan anaknya dari gempa magnitudo 4,9 yang mengguncang pada Rabu (18/9/2024) pagi.
Gempa yang terjadi sebentar namun terasa kuat membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Menurut Ilyas Tari, salah satu warga, gempa tersebut hanya berlangsung selama empat detik, namun dampaknya cukup terasa di wilayahnya.
Warga lain mengaku bangunan rumah mengalami kerusakan di beberapa bagian akibat gempa yang mengguncang pagi hari itu.
Ilyas, yang rumahnya tak mengalami kerusakan, menceritakan bahwa saudara perempuannya merasakan dinding rumahnya runtuh.
Ia mengatakan, saat gempa, saudaranya tengah menidurkan anaknya ketika sebagian bangunan rumah tiba-tiba ambruk.
Beberapa perabotan di rumah saudaranya juga ikut berjatuhan, namun beruntung tidak ada yang terluka dalam kejadian tersebut.
Bagian tembok rumah saudaranya mengelupas di beberapa ruang, termasuk kamar dan ruang tamu, akibat guncangan gempa.
Ilyas Tari menyatakan bahwa dia sendiri lari keluar rumah panggungnya ketika gempa terjadi, namun rumahnya tidak mengalami kerusakan.
Rumah panggung milik Ilyas dinilai lebih aman dari gempa karena strukturnya yang fleksibel dibanding rumah permanen saudaranya.
Saudara perempuan Ilyas dan anaknya beruntung berhasil keluar dari rumah sebelum dinding rumah mereka runtuh.
Getaran gempa tersebut terasa cukup kencang, meskipun durasinya tidak lama, hanya sekitar empat detik.
Menurut Ilyas, kepanikan melanda banyak warga Kampung Barukaso, yang langsung berlarian keluar rumah menyelamatkan diri.
Artikel Terkait
BMKG Ungkap Penyebab Gempa M4,9 Akibat Sesar Garsela yang Terasa di Wilayah Bandung hingga Garut, Tidak Berpotensi Tsunami, dengan Lima Gempa Susulan