• Kamis, 4 Juni 2026

Gempa Magnitudo 4,9 di Kabupaten Bandung Diperkuat Pelapukan Batuan, Menyebabkan Kerusakan pada Permukiman di Zona Rawan Bencana dan Dampaknya Meluas

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 18 September 2024 | 14:33 WIB
Gempa magnitudo 4,9 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, perkuat akibat pelapukan batuan, merusak beberapa bangunan di area rawan bencana.  Hashtag: #GempaBandung #SesarGarsela #PelapukanBatuan #BencanaA (Dwi Rahayu Putri)
Gempa magnitudo 4,9 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, perkuat akibat pelapukan batuan, merusak beberapa bangunan di area rawan bencana. Hashtag: #GempaBandung #SesarGarsela #PelapukanBatuan #BencanaA (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Gempa magnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 18 September 2024, menyebabkan kerusakan di beberapa bangunan.

Gempa terjadi pukul 09.41 WIB dengan kedalaman 10 kilometer pada koordinat 7.19 LS dan 107.67 BT, berpusat 24 km tenggara Bandung.

Berdasarkan analisa BMKG dan GFZ Jerman, gempa ini disebabkan aktivitas Sesar Garsela di Kabupaten Bandung.

Batuan kuarter yang telah mengalami pelapukan memperkuat efek guncangan gempa di wilayah tersebut, ujar M Wafid.

Tanah di lokasi gempa dominan kelas D pada dataran bergelombang dan kelas C di perbukitan menurut Badan Geologi.

Desa Cikembang, Cibeureum, dan Tarumjaya di Kabupaten Bandung serta Garut terdampak paling parah akibat gempa ini.

Baca Juga: Kisah Warga Kampung Barukaso Kecamatan Pacet Lari Selamatkan Anak dan Bangunan Runtuh Saat Gempa Magnitudo 4,9 Bandung

Sejumlah permukiman penduduk di kawasan rawan bencana terlanda gempa yang menyebabkan kerusakan bangunan signifikan.

Pelapukan batuan membuat efek gempa lebih kuat di wilayah tersebut, terutama di area dengan batuan sedimen dan gunung api.

Batuan kuarter yang lapuk bersifat lepas dan tidak terkonsolidasi, memperkuat efek guncangan gempa bumi di Kabupaten Bandung.

Tidak ada tsunami akibat gempa karena pusat gempa terletak di daratan, meskipun kerusakan pada bangunan cukup luas.

Gempa bumi ini merusak sejumlah bangunan di beberapa desa di Kabupaten Bandung, menurut Kepala Badan Geologi M Wafid.

Meskipun kekuatannya tercatat M 4,9, efek gempa diperkuat oleh kondisi geologis yang kurang stabil di wilayah tersebut.

Tanah dan batuan lapuk yang ada di lokasi gempa menambah dampak destruktif, terutama pada permukiman yang tidak tahan gempa.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini