Sulawesitoday - Gempa bumi berkekuatan M 4,9 mengguncang Kabupaten Bandung dan Garut pada Rabu, 18 September 2024, merusak empat rumah dan sebuah sekolah dasar di Garut.
Kerusakan akibat gempa tersebut terjadi di Kecamatan Pasirwangi, Garut, dengan jenis kerusakan ringan di sejumlah rumah dan sekolah dasar.
Menurut Kepala BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, plafon roboh dan retakan dinding adalah beberapa bentuk kerusakan yang ditemukan.
Sebanyak empat rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa ini, berdasarkan data sementara yang diterima dari lapangan.
Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa terkait dengan gempa bumi tersebut, dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan.
Aah mengatakan bahwa petugas BPBD sedang disebar di lapangan untuk memantau lebih lanjut dampak dari gempa di Kecamatan Pasirwangi.
Aah juga menegaskan bahwa hingga pukul 11.00 WIB, belum ada laporan tambahan mengenai kerusakan bangunan selain empat rumah dan satu sekolah.
Gempa ini terasa hingga ke Kabupaten Garut dari pusat guncangan di Kabupaten Bandung, memicu kerusakan ringan di sejumlah bangunan.
Sebuah sekolah dasar di Kecamatan Pasirwangi juga mengalami kerusakan akibat gempa, menurut laporan BPBD Garut.
Aah menyatakan bahwa kerusakan yang dialami oleh sekolah dasar tersebut juga tergolong ringan, mirip dengan rumah-rumah warga.
BPBD Garut akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi dan dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Aah merencanakan akan bertolak langsung ke lokasi terdampak di Kecamatan Pasirwangi untuk melihat kondisi lebih lanjut.
Data yang diterima masih bersifat sementara, dan pendataan lebih lanjut akan dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,9 di Kabupaten Bandung Diperkuat Pelapukan Batuan, Menyebabkan Kerusakan pada Permukiman di Zona Rawan Bencana dan Dampaknya Meluas