Sulawesitoday - Sebanyak 196 rumah warga di Kecamatan Pasirwangi, Garut, mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 4,9 yang berpusat di Bandung pada Rabu, 18 September 2024.
Pada pukul 09.41 WIB pagi, gempa mengguncang wilayah Garut hingga menyebabkan sejumlah bangunan rusak.
BPBD Garut mencatat 196 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi dari ringan hingga berat.
Selain rumah warga, terdapat lima masjid, enam SD, dan satu TK yang juga mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Garut Aah Anwar Saefulloh menyampaikan pemantauan terhadap kerusakan bangunan masih berlangsung.
Kerusakan bangunan tersebut akan dikelompokkan berdasarkan jenis kerusakannya, baik rusak berat, sedang, maupun ringan.
Meski banyak bangunan rusak, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat gempa tersebut.
Namun, seorang warga Pasirwangi mengalami luka setelah tertimpa reruntuhan dan saat ini telah mendapatkan perawatan.
Hingga Rabu siang pukul 14.30 WIB, gempa susulan terus terjadi di wilayah Bandung dan Garut.
BMKG mencatat sudah terjadi lima gempa susulan, dengan gempa terbesar berkekuatan magnitudo 3,5 pada pukul 12.27 WIB.
Gempa susulan ini berpusat di daratan wilayah barat laut Garut dengan kedalaman 10 kilometer.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
"Ada 196 rumah yang rusak. Terdiri dari rusak sedang, berat dan ringan," ujar Aah.
Artikel Terkait
Mengungkap Bahaya Sesar Garsela yang Jadi Penyebab Gempa di Bandung, Fakta dan Risiko serta Ancamannya