• Kamis, 4 Juni 2026

Warga di Bandung Syok Akibat Gempa M 4,9 yang Hancurkan Dua Rumah di Kertasari, Dua Korban Selamat Setelah Berjuang Keluar dari Reruntuhan

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 18 September 2024 | 17:22 WIB
Gempa M 4,9 guncang Bandung, rumah warga di Kertasari hancur, dua korban selamat. Warga berharap bantuan pemerintah pasca bencana. #GempaBandung #Bencana (Muhammad Aqil Azizi)
Gempa M 4,9 guncang Bandung, rumah warga di Kertasari hancur, dua korban selamat. Warga berharap bantuan pemerintah pasca bencana. #GempaBandung #Bencana (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Sebuah gempa bumi berkekuatan M 4,9 mengguncang Kabupaten Bandung pada Rabu, 18 September 2024, menyebabkan dua rumah di Kertasari hancur dan warga syok.

Pada Rabu, 18 September 2024, gempa M 4,9 mengguncang wilayah Kampung Lapangsari, Kabupaten Bandung, menyebabkan rumah warga hancur.

Gempa yang terjadi tiba-tiba ini membuat beberapa warga tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya dan langsung menyelamatkan diri.

Reni Herawati, salah satu warga, mengaku terkejut dengan getaran gempa yang tiba-tiba meruntuhkan rumahnya tanpa ada peringatan sebelumnya.

Ia bersama suaminya tengah berada di dalam rumah saat gempa terjadi dan berhasil keluar dari reruntuhan meski suaminya sempat tertindih bangunan.

Reni mengungkapkan bahwa rumahnya berada di sebuah gang di Kampung Lapangsari, Kecamatan Kertasari, yang terdampak paling parah akibat gempa ini.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bandung, 196 Rumah Warga Garut Rusak dan Masyarakat Masih Waspada Akan Potensi Gempa Susulan

Dalam peristiwa tersebut, dua rumah di gang tersebut hancur, sementara pemilik rumah lainnya hanya bisa menyaksikan reruntuhan dari luar.

Reni mengatakan, saat gempa terjadi, ia sedang berada di dapur dan langsung berusaha keluar ketika getaran semakin membesar.

“Saya lagi duduk tiba-tiba goyang yang besar, Alhamdulillah masih bisa keluar,” ujarnya setelah peristiwa itu.

Sementara suaminya yang berada di ruang tengah sempat tertindih reruntuhan, namun berhasil diselamatkan beberapa saat setelah kejadian.

Reni juga menyebut gempa ini sebagai yang terbesar yang pernah ia alami, meskipun sebelumnya wilayah tersebut juga pernah mengalami gempa.

Warga lainnya juga melaporkan kejadian serupa, di mana gempa tiba-tiba meruntuhkan rumah tanpa ada aba-aba, dan hanya berlangsung beberapa detik.

“Tiba-tiba getaran membesar, langsung rumah runtuh semua, cuma langsung breuk,” ungkap Reni.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini