• Kamis, 4 Juni 2026

Korban Gempa Bandung Desak Bantuan, Butuh Tenda Pengungsi, Makanan, dan Air Bersih di Tengah Kondisi Darurat

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 18 September 2024 | 17:32 WIB
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin meninjau lokasi gempa Bandung, korban butuh tenda, air bersih, makanan. Bantuan pemerintah dalam perjalanan. #GempaBandung #Bantuan (Muhammad Aqil Azizi)
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin meninjau lokasi gempa Bandung, korban butuh tenda, air bersih, makanan. Bantuan pemerintah dalam perjalanan. #GempaBandung #Bantuan (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday – Korban gempa di Kabupaten Bandung mendesak kebutuhan tenda, air bersih, dan makanan seiring lambatnya bantuan yang tiba di lokasi bencana, Rabu 18 September 2024.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, meninjau lokasi terdampak gempa di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Ia menjelaskan bahwa banyak warga pengungsi masih memerlukan tenda, makanan, dan toilet darurat untuk kebutuhan mendesak mereka.

Bey menyatakan tim kesehatan dan bantuan dari BPBD serta BNPB masih dalam perjalanan menuju lokasi bencana.

Dia menegaskan perlunya penetapan status tanggap darurat agar anggaran bantuan tak terduga (BTT) bisa segera disalurkan ke masyarakat.

"Yang urgen pertama adalah tenda pengungsi, kemudian air, makanan, jangan sampai mereka terlantar," katanya.

Baca Juga: Warga di Bandung Syok Akibat Gempa M 4,9 yang Hancurkan Dua Rumah di Kertasari, Dua Korban Selamat Setelah Berjuang Keluar dari Reruntuhan

Selain itu, Bey menyebutkan bahwa lokasi pengungsian saat ini berada di sebuah lapangan yang kondisinya tidak layak karena banyaknya lalat.

Ia juga mengoordinasikan dengan dinas terkait untuk segera mengirim WC portable dan pasokan air bersih ke lokasi pengungsian.

Bey menambahkan bahwa kebutuhan seperti selimut dan makanan akan menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan.

Sampai saat ini, data korban masih dalam tahap assessment di lapangan, terutama untuk dua daerah terdampak, Kabupaten Bandung dan Garut.

Beberapa warga mengeluhkan lambatnya respons dari pemerintah dalam memberikan bantuan langsung ke lapangan.

Bey menyatakan, tim evakuasi masih bekerja untuk menyelamatkan korban yang terluka serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Kondisi lokasi gempa yang terpencil membuat bantuan terhambat, namun pihak pemerintah berupaya mempercepat kedatangan bantuan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini