Sulawesitoday - Gempa berkekuatan M 4,9 yang mengguncang Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut pada Rabu, 13 September 2023, menyebabkan kerusakan parah serta melukai 82 warga.
Gempa yang terjadi pada pukul 09.41 WIB tersebut merusak 491 rumah di Kabupaten Bandung dan 209 rumah di Kabupaten Garut.
Selain rumah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya juga mengalami kerusakan yang signifikan akibat gempa ini.
Sebanyak 450 warga Kabupaten Bandung terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi layak huni setelah gempa melanda.
Laporan dari BPBD Jawa Barat mencatat 58 orang mengalami luka ringan dan 23 lainnya mengalami luka berat di Kabupaten Bandung.
Sementara di Kabupaten Garut, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat dampak gempa tersebut.
"Sebanyak 700 rumah rusak akibat gempa ini, dan 450 orang harus mengungsi," ujar Hadi Rahmat, Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat.
Kerusakan di Kabupaten Bandung meliputi 491 rumah, 5 fasilitas kesehatan, 9 sarana pendidikan, dan 27 tempat ibadah.
Di Kabupaten Garut, tercatat 209 rumah rusak, 7 sarana pendidikan, dan 5 tempat ibadah mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Pusat pengungsian dibuka di Lapangan Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.
Korban luka di Kabupaten Bandung saat ini dirawat di Rumah Sakit Bedas Kertasari dan Puskesmas Kertasari.
Menurut BPBD, gempa juga dirasakan di 10 desa di Kabupaten Bandung dan 11 desa di Kabupaten Garut.
Tim BPBD terus melakukan asesmen untuk memastikan jumlah kerusakan dan korban akibat gempa yang terjadi.
Artikel Terkait
Korban Gempa Bandung Desak Bantuan, Butuh Tenda Pengungsi, Makanan, dan Air Bersih di Tengah Kondisi Darurat