Sulawesitoday - Gempa berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, pada Rabu (18/9/2024), mengakibatkan kerusakan signifikan di sejumlah bangunan dan rumah warga.
Sebagian besar penduduk Kertasari terpaksa mengungsi ke tenda-tenda sementara yang telah didirikan di lapangan sepakbola depan kantor kecamatan.
Ecep Rohiman, salah satu warga yang mengungsi, menyebutkan terdapat 48 kepala keluarga atau sekitar 89 orang yang saat ini tinggal di tenda darurat.
Trauma akibat gempa membuat banyak warga, termasuk bayi baru lahir dan lansia, memilih tidur di tenda daripada kembali ke rumah mereka.
Beberapa warga juga membutuhkan tambahan tenda untuk memastikan mereka dapat beristirahat dengan tenang dan aman selama masa pengungsian.
Ecep menyampaikan kebutuhan mendesak lainnya termasuk makanan, selimut, dan peralatan lainnya yang dapat membantu para pengungsi bertahan.
Sementara itu, Firmansyah, warga Kertasari lainnya, mengatakan gempa yang berlangsung selama empat detik tersebut menyebabkan kepanikan besar di kalangan penduduk.
Menurut Firmansyah, meskipun rumahnya tidak mengalami kerusakan, banyak barang di dalam rumah berjatuhan akibat guncangan hebat.
Beberapa bangunan publik seperti Kantor KUA, Puskesmas, dan sebuah SD juga mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang Kertasari.
Beberapa ruas jalan di Kecamatan Kertasari menjadi tidak dapat dilalui sementara waktu karena tertutup oleh reruntuhan bangunan.
Pemerintah setempat telah menyediakan beberapa tenda darurat sebagai tempat pengungsian bagi warga yang terdampak gempa.
Warga masih memilih tinggal di tenda pengungsian karena merasa trauma dan khawatir akan terjadi gempa susulan yang bisa membahayakan.
Firmansyah menyatakan dia lebih memilih tinggal di tenda daripada di rumah karena ketakutan yang masih tersisa akibat gempa.
Artikel Terkait
Whoosh Kembali Beroperasi Setelah Aman dari Gempa Bandung, Perjalanan Halim ke Tegalluar Mencapai 75 Menit dengan Kecepatan Terbatas