• Kamis, 4 Juni 2026

Banggai Expo 2024, Kekayaan Intelektual sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Minggu, 22 September 2024 | 08:58 WIB
Banggai serius mengelola kekayaan intelektual sebagai investasi masa depan yang menguntungkan, menciptakan ekosistem KI berkelanjutan. (Amirullah)
Banggai serius mengelola kekayaan intelektual sebagai investasi masa depan yang menguntungkan, menciptakan ekosistem KI berkelanjutan. (Amirullah)

Sulawesitoday - Kekayaan intelektual (KI) sering kali dianggap sebagai konsep yang abstrak dan jauh dari keseharian. Namun, di Banggai, Sulawesi Tengah, pandangan itu perlahan berubah. Pemerintah dan masyarakat setempat kini menyadari bahwa KI bukan sekadar hak paten atau merek, tapi bisa menjadi fondasi bagi masa depan ekonomi yang lebih cerah.

Pada malam puncak Banggai Government Expo (BGE) 2024, Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI, Kurniaman Telaumbanua, menyampaikan bahwa KI bisa menjadi “motor penggerak dalam peningkatan ekonomi secara signifikan.”

Di hadapan ribuan masyarakat Banggai, Kurniaman menekankan pentingnya melindungi dan mengelola KI sebagai investasi masa depan yang menguntungkan.

Pentingnya KI di Banggai terlihat semakin nyata setelah kabupaten ini mendapatkan penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI, Supratman Andi Agtas, atas upaya mereka dalam meningkatkan layanan kekayaan intelektual. Dengan produk unggulan seperti Tenun Nambo yang telah mendunia, Kabupaten Banggai mulai dipandang sebagai contoh sukses dalam memanfaatkan potensi kekayaan intelektual lokal.

Baca Juga: Program Pelita Desa, Kemenkumham Sulteng Giat Sosialisasi Perlindungan Kekayaan Intelektual di Kabupaten Banggai

Hermansyah Siregar, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, turut menegaskan pentingnya momen ini. Ia mengingatkan bahwa KI tidak hanya penting untuk melindungi produk lokal dari tindakan plagiasi, tetapi juga berpotensi mendongkrak kesejahteraan masyarakat. "KI ini bukan hanya soal perlindungan dari penjiplakan, tapi juga untuk memajukan ekonomi lokal. Banyak yang sudah merasakan manfaatnya," ungkap Hermansyah dengan penuh semangat.

Banggai Menuju Ekosistem KI yang Berkelanjutan

Banggai, yang kaya akan sumber daya alam dan produk-produk khas seperti Tenun Nambo, Kelapa Babasal, dan Durian Asaan, kini semakin gencar mempromosikan perlindungan terhadap KI lokal. DJKI bersama Kemenkumham Sulteng telah mengambil langkah signifikan dalam melindungi berbagai produk daerah agar mendapatkan pengakuan hukum yang sah.

Dengan langkah ini, Banggai diharapkan dapat menciptakan ekosistem kekayaan intelektual yang berkelanjutan. Tidak hanya itu, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dianggap sebagai kunci utama. Kurniaman bahkan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan ekosistem KI yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam acara BGE 2024, yang mengusung tema Membangun Banggai yang Berkelanjutan, Kurniaman berujar, "Kolaborasi antar berbagai pihak sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem kekayaan intelektual yang berkelanjutan."

Dan memang, tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku usaha lokal, potensi KI Banggai mungkin tak akan berkembang secepat ini.

Tuan Rumah Festival KI 2024: Komitmen Banggai untuk Masa Depan KI

Sebagai bentuk nyata dari komitmen Banggai dalam mengembangkan KI, Bupati Amirudin menyampaikan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah Festival Kekayaan Intelektual 2024. Langkah ini dinilai akan memperkuat posisi Banggai sebagai pusat inovasi dan kreatifitas di Indonesia Timur.

“Kami siap menjadi tuan rumah Festival KI 2024, ini menjadi komitmen kami untuk terus mendukung perlindungan dan pengembangan KI di Kabupaten Banggai,” tegas Amirudin. Dengan kekayaan alam dan kearifan lokal yang melimpah, Festival KI ini diharapkan akan menarik perhatian nasional, dan bahkan internasional, pada produk-produk unggulan Banggai.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini