• Kamis, 4 Juni 2026

Kerugian Ditaksir Capai Rp 1,5 Miliar Akibat Kobaran Api yang Luluh Lantakkan 16 Ruko di Pasar Sentral Parigi

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 26 September 2024 | 21:51 WIB
Kebakaran melanda Pasar Sentral Parigi, hanguskan 16 ruko & rugikan Rp1,5 Miliar. Upaya pemadaman dramatis, penyebab diduga konsleting listrik. (Muhammad Aqil Azizi)
Kebakaran melanda Pasar Sentral Parigi, hanguskan 16 ruko & rugikan Rp1,5 Miliar. Upaya pemadaman dramatis, penyebab diduga konsleting listrik. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Rabu Malam 25 September 2024, pasar sentral Parigi yang biasanya menjadi pusat aktivitas perdagangan berubah menjadi lautan api. Kebakaran hebat melanda kompleks pasar ini, menghanguskan 16 ruko dan menyebabkan kerugian material mencapai Rp1,5 miliar. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan yang ditinggalkan sangat besar, meninggalkan luka mendalam bagi para pemilik usaha yang menjadi korban kebakaran tersebut.

Kejadian bermula sekitar pukul 19.45 Wita ketika Ibu Siarni, salah satu pemilik ruko yang terbakar, sedang beristirahat. "Awalnya saya sudah bersiap untuk tidur, tapi tiba-tiba mencium bau seperti barang terbakar," ujar Siarni. Kegelisahannya terbukti ketika dia mendengar teriakan dari luar yang memanggil namanya. Dengan cepat, Siarni keluar dari rukonya dan melihat api sudah membesar di ruko sebelah milik Kadek.

Baca Juga: Si Jago Merah Mengamuk di Pasar Parigi, Parigi Moutong, Los Penjual Habis Terbakar Dalam Hitungan Menit

"Panik? Tentu saja. Langsung saya bangunkan anak saya, Andi, untuk segera keluar," tambahnya, mengingatkan betapa pentingnya reaksi cepat dalam situasi seperti ini.

Penyebab kebakaran ini diduga berasal dari konsleting listrik di ruko milik Kadek, yang dalam rukonya menyimpan bahan mudah terbakar seperti kopra dan coklat. Menurut keterangan H. Nasir, seorang saksi mata, "Waktu saya pulang dari masjid, saya lihat ada percikan api di ruko Kadek. Enggak lama, ada suara letusan, dan langsung saja api membesar."

Kadek, yang saat itu tidak berada di tempat karena merayakan Hari Raya Galungan, tidak sempat menyelamatkan isi rukonya. "Ada dua unit sepeda motor, mesin pengayak kopra, dan sekitar satu ton kopra di dalam ruko saya," ungkap Kadek, masih terkejut dengan apa yang terjadi.

Upaya Pemadaman yang Dramatis

Situasi semakin mencekam ketika api terus menyebar, menjalar dari satu ruko ke ruko lainnya. Sekitar pukul 20.30 Wita, mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Parigi Moutong tiba di lokasi dan langsung berusaha menjinakkan si jago merah. Tak lama kemudian, mobil Water Canon milik Polres Parigi Moutong turut bergabung dalam upaya pemadaman.

Namun, api baru benar-benar berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 Wita setelah melahap total 16 ruko. Dari jumlah tersebut, 13 ruko terbakar habis tanpa ada yang bisa diselamatkan, sementara 3 ruko lainnya mengalami kerusakan sedang, namun barang-barang di dalamnya berhasil diselamatkan oleh pemilik dan warga sekitar.

Kapolres Parigi Moutong, AKBP Jovan Reagan Sumual, menyatakan bahwa pihaknya langsung menurunkan mobil Water Canon guna membantu proses pemadaman.

"Kami bergerak cepat untuk menghindari kerugian lebih besar," ujar Kapolres.

Kerugian dan Dampak pada Korban Kebakaran

Kerugian dari kejadian ini sangat besar, mengingat ruko-ruko tersebut merupakan sumber penghidupan bagi para pemiliknya. Mayoritas ruko yang terbakar menjual bahan bangunan, hasil bumi seperti coklat, kopra, dan cengkeh, serta beras dan obat-obatan pertanian. Para pemilik ruko yang terdampak kebakaran ini antara lain Yasin, Moh. Haris, Kadek Dwi, Daeng Ewak, Irmawati, Arpat, dan Aban. Mereka kini harus menghadapi kenyataan pahit, memikirkan cara untuk bangkit kembali.

"Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Semua barang dagangan saya hangus," ujar Yasin dengan wajah yang tampak lesu.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini