Sulawesitoday - Baru-baru ini, sebuah foto yang beredar di grup WhatsApp memicu perbincangan hangat, khususnya di kalangan politik Kabupaten Parigi Moutong. Dalam foto tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sulawesi Tengah dan beberapa anggota legislatif PKB terlihat mengacungkan empat jari, sebuah gerakan yang ditafsirkan banyak pihak sebagai simbol dukungan kepada salah satu kandidat dalam pemilihan bupati setempat.
Masalahnya? Dukungan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB bukan untuk kandidat yang mungkin diasosiasikan dengan simbol empat jari tersebut. Menurut surat keputusan DPP PKB, yang ditandatangani dan disebarluaskan, partai secara resmi mendukung pasangan Nizar Rahmatu dan Ardi, yang memegang nomor urut tiga dan menggunakan tagline "Bersinar." Maka, tindakan yang diambil oleh Ketua DPW dan anggota legislatif di foto itu tampak bertentangan dengan instruksi pusat.
Ini jelas menimbulkan pertanyaan. Apa benar mereka mendukung kandidat lain di luar pasangan yang disahkan oleh DPP PKB? Atau mungkin ini hanya sebuah kesalahpahaman?
Ketika foto tersebut viral, spekulasi pun mulai bertebaran. Namun, salah satu anggota legislatif dari PKB Parigi Moutong, H. Wardhi, dengan cepat meluruskan situasi. Saat ditemui di sebuah kafe di Kota Parigi, Wardhi menekankan bahwa simbol empat jari dalam foto tersebut tidak berkaitan dengan dukungan politik lokal. Menurutnya, simbol itu lebih merupakan perayaan karena "PKB secara nasional menduduki posisi keempat dalam Pemilu Legislatif 2024."
“Kami hanya sedang bersyukur. Itu bukan tentang dukungan pilkada sama sekali. Jadi, saya kira orang-orang terlalu cepat menyimpulkan,” katanya sambil tertawa kecil, mencoba menghilangkan kesan yang sudah terlanjur menyebar.
Narasi Meningkatkan Ketegangan
Namun, terlepas dari klarifikasi ini, ketegangan tidak bisa dihindari. Terlebih, dalam foto yang beredar, terlihat Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah ikut berpose, yang tentu menambah bobot spekulasi. Foto tersebut seolah-olah memberikan sinyal bahwa mereka tidak mendukung calon yang ditetapkan oleh partai pusat.
"Sebenarnya, kami juga berfoto dengan simbol dua jari, tapi yang dipublikasikan malah yang empat jari duluan," tambah Wardhi, sembari menyatakan bahwa yang dimaksud dua jari adalah simbol keberhasilan Ketua DPW PKB terpilih kembali sebagai anggota DPRD.
Wardhi sendiri mengakui bahwa salah satu HP yang digunakan untuk mengambil foto adalah miliknya. Namun, ia menegaskan bahwa bukan dia yang menyebarkannya di media sosial.
“Saya pikir cuma HP-ku yang dipakai, ternyata teman yang lain juga ambil foto, dan dari situlah beredar di Facebook,” ujarnya sedikit kesal, seakan merasa salah paham ini disebabkan oleh tindakan ceroboh teman-temannya.
Situasi semakin rumit ketika banyak orang mulai menanyakan apakah PKB Parigi Moutong benar-benar solid dalam mendukung Nizar Rahmatu dan Ardi. Meskipun foto-foto tersebut mungkin hanyalah momen ceria pasca pelantikan, interpretasi publik tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi, PKB sudah jelas menetapkan arah dukungan melalui surat keputusan DPP, yang secara resmi menugaskan dukungan kepada pasangan Nizar-Ardi.
Konsistensi PKB Parigi Moutong
Meski demikian, Wardhi dengan tegas menyatakan bahwa mereka di Parigi Moutong tetap sejalan dengan DPP.
"Kami tidak pernah menentang keputusan DPP. Bahkan, kami semakin bertekad untuk memperkuat basis suara kami bagi pasangan Bersinar di Pilkada kali ini," tegasnya, menepis segala rumor tentang perpecahan internal.
Artikel Terkait
Anwar Hafid dan Reny Lamadjido Sebut Nomor Urut 2 Bermakna untuk Perdamaian di Pilkada Sulteng 2024
Mengenal Konsep Politik Riang Gembira yang Diusung Pasangan Calon Nizar-Ardi di Pilkada Parigi Moutong 2024
Drama Pengundian Nomor Urut Pilkada Banggai Hingga Diwarnai Pelemparan Kursi, Bagaimana Teriakan 'Balekos' Memicu Ketegangan
Teror Lewat WhatsApp: Oknum P3K Diduga Ancam Warga Majene, Dukungan Pilkada Petahana 2024 Jadi Harga Bantuan Beras!
Ketika Bansos Beras Diduga Dijadikan Alat Tekanan Politik Oknum P3K di Pilkada Majene 2024: Ancaman Hukumannya Tidak Main-Main!