• Selasa, 21 Juli 2026

Terungkap! Jejak Jaringan Pembunuhan dari Kendari hingga Morowali, Polisi Buru Motif di Balik Kasus Maut

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 8 Oktober 2024 | 19:59 WIB
Polisi terus memburu motif di balik pembunuhan seorang mahasiswa dengan dugaan jaringan kejahatan lintas daerah, Kendari hingga Morowali. (Muhammad Aqil Azizi )
Polisi terus memburu motif di balik pembunuhan seorang mahasiswa dengan dugaan jaringan kejahatan lintas daerah, Kendari hingga Morowali. (Muhammad Aqil Azizi )

Sulawesitoday - Polresta Kendari kembali mencetak langkah penting dalam mengungkap kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari yang mengguncang publik. Setelah mengamankan dua terduga pelaku, pihak kepolisian berhasil menangkap seorang tersangka lain di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kasus ini semakin mengungkap dugaan adanya jaringan kejahatan lintas daerah yang terlibat dalam pembunuhan tragis ini.

Pembunuhan yang menewaskan mahasiswa asal Konawe Kepulauan berinisial LOH ini mulai terkuak setelah polisi menangkap dua tersangka pertama, seorang pria berinisial EN dan seorang wanita berinisial IN, di BTN Adam Al-Hafidz, Kelurahan Rahandouna, Kota Kendari, pada Minggu, 6 Oktober 2024. Kombes Pol Aris Tri Yunarko, Kapolresta Kendari, menyatakan bahwa keduanya ditangkap oleh tim gabungan Buser 77 Satreskrim dan Unit Intelkam Polresta Kendari setelah berhasil melacak keberadaan mereka di kawasan perumahan tersebut.

Baca Juga: Viral di Medsos! Rekaman Kekerasan Brutal Calon Bidan di Sulawesi Tenggara Buka Tabir Penganiayaan

Dari hasil interogasi, terungkap adanya keterlibatan orang lain dalam kasus pembunuhan ini. Informasi tersebut membawa tim penyidik ke Morowali, Sulawesi Tengah, di mana seorang tersangka pria berinisial ER akhirnya ditangkap. “Satu orang ditangkap di Morowali. Totalnya ada tiga orang,” ungkap Aris, mengonfirmasi penangkapan ketiga tersebut.

Namun, hingga kini motif dari pembunuhan ini masih menjadi misteri. Polisi masih terus menggali peran dari ketiga tersangka yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Kendari. Belum ada keterangan resmi yang mengungkapkan peran masing-masing pelaku dalam kasus ini, dan motif di balik kejahatan ini masih terus ditelusuri oleh pihak berwajib.

Jaringan Kejahatan Lintas Daerah?

Kasus pembunuhan LOH tak hanya mengguncang Kota Kendari, tetapi juga membuka dugaan adanya jaringan kriminal yang melibatkan berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Tersangka yang ditangkap di Morowali ini memperkuat dugaan bahwa pembunuhan ini tak dilakukan secara spontan atau oleh pelaku tunggal, melainkan merupakan bagian dari sebuah jaringan yang terorganisir.

Jika terbukti, hal ini akan menjadi sebuah peringatan keras bagi masyarakat dan penegak hukum mengenai semakin luasnya jaringan kejahatan lintas provinsi. Penangkapan tersangka di dua wilayah berbeda ini bisa mengindikasikan pola yang lebih besar di balik pergerakan kelompok-kelompok kejahatan yang mulai menjangkau wilayah-wilayah lebih luas.

Dalam peristiwa seperti ini, seringkali ada aktor intelektual atau pihak yang memiliki pengaruh lebih besar di balik aksi-aksi kejahatan yang dilakukan. Apakah kasus pembunuhan LOH hanya sekadar aksi kejahatan biasa atau ada motif lebih kompleks yang belum terungkap? Ini yang sedang menjadi fokus utama pihak kepolisian dalam melanjutkan penyelidikan.

Penyelidikan yang Terus Berlanjut

Sejak awal, penyelidikan atas kasus ini dilakukan dengan sangat hati-hati. Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari bekerja tanpa kenal lelah untuk melacak para tersangka dan mengungkap lebih dalam jaringan di balik pembunuhan ini. Proses interogasi kedua tersangka pertama yang ditangkap di Kendari ternyata menjadi kunci dalam membuka jalan menuju penangkapan tersangka ketiga di Morowali.

Kerja lintas daerah antara polisi di Kendari dan Morowali menjadi bukti keseriusan Polresta Kendari dalam menangani kasus ini. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain atau pihak-pihak yang terkait dengan jaringan ini yang masih berada di luar jangkauan.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, menekankan pentingnya kerja sama lintas provinsi dalam menangani kasus kejahatan yang melibatkan lebih dari satu wilayah hukum. “Ini bukan pertama kalinya kami melakukan pengejaran lintas provinsi. Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini, bagaimanapun luasnya jaringan yang terlibat,” ujarnya saat konferensi pers, Senin (7/10).

Polisi juga meminta bantuan dari masyarakat untuk memberikan informasi tambahan yang dapat membantu mengungkap motif di balik pembunuhan ini. Kolaborasi antara pihak berwajib dan masyarakat lokal sering kali menjadi kunci dalam mempercepat penyelesaian kasus-kasus besar seperti ini.

Luka yang Meninggalkan Pertanyaan

Jasad LOH ditemukan di Jalan KS Tubun, Kelurahan Baruga, Kendari, pada Jumat (4/10), dengan luka-luka serius di bagian kepala dan leher. Menurut hasil pemeriksaan Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, luka tersebut diduga akibat hantaman benda tumpul, mempertegas dugaan bahwa pembunuhan ini dilakukan dengan kekerasan fisik yang ekstrem. Luka-luka yang dialami korban menimbulkan tanda tanya besar—apa sebenarnya yang memotivasi para pelaku untuk melakukan tindakan keji ini?

Kekerasan dalam kasus ini, selain menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga korban, juga memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Pembunuhan LOH, seorang mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi akhir di Universitas Muhammadiyah Kendari, menyoroti isu keamanan bagi mahasiswa dan anak muda di Kota Kendari.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini