• Kamis, 4 Juni 2026

Rumah Kosong Tersapu Badai, 10 Rusak Parah: Kesaksian Rudi Korban Angin Puting Beliung di Gowa

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 20:44 WIB
Rumah kosong tersapu angin puting beliung di Gowa, 10 rumah rusak. Warga seperti Rudi mengalami kerusakan parah, atap rumah porak poranda. #BadaiGowa #Bencana (Dwi Rahayu Putri)
Rumah kosong tersapu angin puting beliung di Gowa, 10 rumah rusak. Warga seperti Rudi mengalami kerusakan parah, atap rumah porak poranda. #BadaiGowa #Bencana (Dwi Rahayu Putri)

Berita sulawesitoday - Badai angin puting beliung kembali menerjang kawasan pemukiman di Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (15/10/2024). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 WITA ini menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga di Perumahan Green Marannu Land, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu.

Menurut laporan warga setempat, sedikitnya 10 rumah rusak akibat badai tersebut, dengan kerusakan terbesar terjadi pada atap rumah yang tersapu angin.

Baca Juga: Jalur Trans Sulawesi Kebun Kopi Lumpuh! Longsor dan Proyek Jalan Hambat Akses Utama ke Palu

Rudi, salah satu korban, menceritakan bahwa rumahnya berada dalam kondisi kosong saat angin kencang itu datang.

"Kebetulan rumah kosong karena saya pergi kerja dan ponakan lagi kuliah. Kencang angin tadi," ungkapnya dengan nada getir, mengingat betapa cepatnya bencana tersebut merenggut kenyamanannya. Ketika kembali, ia mendapati atap rumahnya sudah porak poranda.

Baca Juga: KPU dan Lapas Palu Siapkan 2 TPS Khusus! 568 Warga Binaan Pastikan Hak Suara di Pilkada 2024

Angin puting beliung ini tidak hanya merusak rumah-rumah warga. Di Desa Pakatto, tidak jauh dari lokasi kejadian, sebuah pohon tumbang dan menutupi jalan desa.

Situasi ini langsung memanggil respons cepat dari petugas Polsek Bontomarannu yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama warga setempat untuk mengevakuasi pohon yang menghalangi jalan tersebut.

Baca Juga: Warga Kampal Resah: Alih-alih Drainase, Trotoar Justru Diperbaiki! Rumah Terancam Banjir

Dampak bencana ini bukan hanya dirasakan dari sisi fisik bangunan. Warga yang terdampak harus menghadapi perasaan cemas dan takut, terutama karena bencana ini datang tanpa peringatan. Kerusakan atap menyebabkan air hujan masuk ke dalam rumah, memperburuk kondisi yang sudah rusak.

Banyak yang bertanya-tanya kapan mereka bisa memperbaiki rumahnya dengan kondisi ekonomi yang tidak mudah.

Baca Juga: Setelah Bertahun-Tahun Hilang, Buaya Muncul Lagi di Kanal Batua Raya Makassar, Warga Panik!

Kerusakan pada infrastruktur lokal juga mulai terasa. Pohon-pohon yang tumbang di beberapa lokasi menghalangi akses jalan, mempersulit bantuan dan evakuasi cepat. Meskipun pemerintah setempat sudah bergerak cepat, seperti yang terlihat dari kedatangan petugas polisi di lokasi, warga tetap khawatir bahwa badai susulan bisa datang lagi sewaktu-waktu.

Dalam kasus seperti ini, peran aparat dan kesiapan infrastruktur mitigasi bencana menjadi sangat penting.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini