Berita sulawesitoday - Sebuah speedboat milik Puskesmas Laiwui di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengalami kecelakaan di perairan Pulau Obi pada Selasa pagi (15/10). Speedboat tersebut mengangkut 15 tenaga kesehatan yang tengah melaksanakan agenda puskesmas keliling di Desa Laiwui.
Empat orang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Obi untuk perawatan lebih lanjut. Meskipun tidak ada korban jiwa, insiden ini memicu kekhawatiran terkait keselamatan transportasi laut di wilayah tersebut.
Baca Juga: Rumah Kosong Tersapu Badai, 10 Rusak Parah: Kesaksian Rudi Korban Angin Puting Beliung di Gowa
Kapolsek Obi, Iptu Ferizal Adi, menjelaskan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 WIT ketika rombongan tenaga kesehatan sedang dalam perjalanan menuju Desa Sambiki.
“Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, tapi ada empat penumpang yang mengalami luka ringan sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Obi," ungkap Ferizal. Empat korban tersebut termasuk kepala puskesmas yang juga berada di atas speedboat.
Baca Juga: Tato Temporer Alami dari Daun Pakis: Alternatif Menarik untuk Seni Kulit
Ferizal mengungkapkan bahwa cuaca di perairan Pulau Obi pada saat kejadian relatif tenang, tanpa ombak besar maupun angin kencang. Namun, dugaan awal menunjukkan bahwa speedboat tersebut terbalik akibat kelebihan muatan. Dengan kapasitas yang terbatas, membawa 15 orang di atas kapal kecil tersebut bisa menjadi penyebab utama terbaliknya kapal.
"Cuaca di perairan Pulau Obi cukup bersahabat. Jadi dugaan awal speedboat kecil itu kelebihan penumpang hingga tiba-tiba terbalik," ujarnya.
Baca Juga: Kuburan Bangkai Pesawat, Keindahan Suram di Balik Puing-Puing Tragedi
Speedboat berwarna putih dan merah ini biasa digunakan Puskesmas Laiwui untuk merujuk pasien dari desa-desa terpencil di Pulau Obi ke rumah sakit atau pusat kesehatan lain yang lebih lengkap fasilitasnya.
Meski peran kapal ini sangat penting bagi layanan kesehatan di daerah terpencil, insiden seperti ini menggarisbawahi risiko yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan yang mengandalkan transportasi laut sebagai bagian dari pekerjaan mereka.
Baca Juga: Jalur Trans Sulawesi Kebun Kopi Lumpuh! Longsor dan Proyek Jalan Hambat Akses Utama ke Palu
Hal ini bukan pertama kalinya kecelakaan transportasi laut menimpa tenaga kesehatan di daerah terpencil, terutama di kawasan dengan infrastruktur yang terbatas. Para pekerja kesehatan di wilayah seperti ini sering kali harus bekerja dalam kondisi yang penuh risiko, mulai dari transportasi hingga fasilitas yang minim.
Di tengah semua tantangan tersebut, keselamatan para tenaga kesehatan menjadi prioritas yang tak bisa diabaikan. Insiden ini jelas akan membuka kembali diskusi tentang keamanan transportasi kesehatan di wilayah kepulauan seperti Halmahera Selatan.
Artikel Terkait
Tanpa Ampun! Operasi Zebra Tinombala 2024 Hari Pertama Tilang 45 Kendaraan
Jalur Trans Sulawesi Kebun Kopi Lumpuh! Longsor dan Proyek Jalan Hambat Akses Utama ke Palu
Kuburan Bangkai Pesawat, Keindahan Suram di Balik Puing-Puing Tragedi
Tato Temporer Alami dari Daun Pakis: Alternatif Menarik untuk Seni Kulit
Rumah Kosong Tersapu Badai, 10 Rusak Parah: Kesaksian Rudi Korban Angin Puting Beliung di Gowa