• Kamis, 4 Juni 2026

Warga Berang! Tarian India di Acara STQ Viral, Panitia Akui Kelalaian

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 19 Oktober 2024 | 19:57 WIB
Konten viral menampilkan tarian India di acara STQ. Kesalahan ini memicu kecaman warga dan permintaan maaf dari panitia. #KontroversiSTQ #TarianIndia (Dwi Rahayu Putri)
Konten viral menampilkan tarian India di acara STQ. Kesalahan ini memicu kecaman warga dan permintaan maaf dari panitia. #KontroversiSTQ #TarianIndia (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Video berdurasi 31 detik yang menampilkan seorang remaja berhijab menari mengikuti musik India dalam acara Seleksi Tilawatil Quran (STQ) di Desa Lepak Timur, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, telah memicu kegaduhan di media sosial. Konten viral ini tidak hanya mengejutkan masyarakat setempat, tetapi juga memicu kecaman publik yang menilai adanya ketidaksopanan dalam pengelolaan acara keagamaan.

Momen yang seharusnya sakral, berbalut nilai-nilai agama, kini menjadi kontroversi karena dianggap tidak sesuai dengan konteks keagamaan.

Baca Juga: Remaja 19 Tahun Terlibat Pencurian Kripto Rp 3,7 Triliun, Sempat Flexing di Medsos: Serangan Siber Canggih Bongkar Skandal Internasional!

Sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama Edhoot Goloh menampilkan momen yang tidak terduga selama Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan STQ. Dalam video tersebut, seorang remaja putri terlihat melakukan tarian India, yang seketika menyulut emosi warga.

Banyak pihak beranggapan bahwa tindakan tersebut sangat tidak pantas, mengingat acara ini seharusnya berfokus pada kegiatan keagamaan.

Baca Juga: Dari Gelombang Panas hingga Badai yang Tak Terduga: Bukti-bukti Cuaca Bumi Semakin Aneh

Tanggapan dari pejabat setempat segera menyusul. Muhsin, Camat Sakra Timur, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak mengetahui atau dilibatkan dalam perencanaan kegiatan yang menjadi viral tersebut.

“Saya tidak undang, Sekdes juga tidak tahu ada acara itu,” ujarnya dengan nada serius, merespons ketidaktahuan pemerintah kecamatan atas peristiwa tersebut. Lebih lanjut, Muhsin menyoroti kelalaian panitia yang dinilai tidak cermat dalam menjaga esensi acara dan memilih kegiatan yang sesuai dengan nilai-nilai yang hendak dijunjung.

Baca Juga: Mengapa Labirin Kebun Jagung Terbesar di Dunia Menarik Jutaan Pengunjung Setiap Tahun

Panitia kegiatan, yang ternyata adalah gabungan antara mahasiswa KKN dan pemuda setempat, juga mengakui kesalahan mereka. Dalam klarifikasi yang diminta oleh pihak kecamatan, panitia menyatakan bahwa mereka tidak menyangka tarian tersebut akan memicu kontroversi.

Namun, mereka mengakui bahwa kesalahan telah terjadi dan bahwa acara tersebut tidak seharusnya mencakup hal-hal yang dapat dianggap bertentangan dengan norma keagamaan.

Baca Juga: Viral! Gang Sempit Penghubung Pengendara Motor Terblokir Saat Warga ‘Akamsi’ Perbaiki Atap, Bagaimana Dampaknya?

Panitia juga mendapat teguran karena penggunaan spanduk acara yang menyertakan kata STQ, yang secara tidak langsung memberikan kesan bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari rangkaian acara resmi keagamaan.

Muhsin menambahkan, “Panitia khilaf dalam melibatkan kegiatan yang tak semestinya masuk dalam acara ini.”

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini